Berita

saleh daulay/ist

Nggak Mantaplah, Masak Presiden Tanggapi Isu Remeh-temeh

SELASA, 31 MEI 2011 | 16:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semestinya tidak menanggapi SMS gelap, yang memfitnah dirinya, apalagi dengan menggelar jumpa pers secara khusus, seperti yang ia lakukan kemarin di Bandar Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.  

"Kepada SBY kita meminta, hal-hal yang remeh temah seperti ini tak usah diperhatikan gitu loh. SBY tidak perlu menjaga citra lagi. Yang terpenting dia lakukan adalah bekerja," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 31/5).

Saleh mengingatkan, saat ini SBY sebagai presiden masuk pada periode kedua. Kalau masih pada periode pertama, bisa dimaklumi bila SBY masih menjaga citra. Karena SBY berharap terpilih untuk kedua kalinya. Tapi, karena sekarang sudah periode kedua, SBY tak perlu lagi mementingkan dan menjaga citra.


"Karena toh, menurut UUD 1945, beliau tidak bisa lagi menjabat sebagai presiden pada masa yang akan datang. Karena itu tidak perlu lagi  menjaga citra untuk hanya sekadar lips servis politik di tengah masyarakat," imbuhnya.

Menurut Saleh, SBY mestinya menggunakan waktu yang tersisa 3,5 tahun lagi untuk bekerja dan mengabdi kepada rakyat.

"Kita tunggu pengabdian SBY yang ril dalam menangani berbagai masalah seperti kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, pemberantasan korupsi. Itu yang perlu ditanggapi ketimbang menangapi isu-isu yang toh belum tentu benar. Kalau komentari-sana sini, yang belum tentu benar, nggak mantaplah presiden seperti itu," kesal Saleh. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya