Berita

hafiz anshary/ist

PEMALSUAN DOKUMEN MK

Info A-1, Ketua KPU Sudah Diperiksa Polisi dalam Kasus Andi Nurpati

SELASA, 31 MEI 2011 | 11:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi III DPR tak perlu lagi memanggil Kapolri untuk mempertanyakan kenapa laporan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tentang dugaan pemalsuan dokumen MK pada pemilihan umum 2009 lalu yang melibatkan Andi Nurpati tak kunjung disentuh padahal sudah lebih setahun dilaporkan.

Usul pemanggilan Kapolri ini diajukan Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin. Karena, Kepolisian sudah bekerja menyelidiki kasus Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat itu.

"Saya mendapat informasi A 1. Mabes Polri sudah bekerja. Karena Pak Aziz (wakil ketua Komisi III) mungkin lupa. Sebelum memanggil tersangka, mendengarkan keterangan saksi-saksi dulu. Saksi-saksi sudah dipanggil dan saksi itu sudah cerita dengan saya," kata Ruhut Sitompul kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 31/5).


Saksi yang dimaksud Ruhut yang juga anggota Komisi III DPR dan Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi itu adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum Hafiz Anshary.

"Saksi ini tidak tanggung-tanggung, Pak Ustadz, Ketua KPU. Saya tidak sengaja (bertemu) waktu pelantikan Walikota Balikpapan. Saya duduk bersebelahan dengan beliau. Dia bilang, 'Waduh Bang Ruhut, saya diperiksa sama polisi. Sudah dibuat BAP.' Jadi polisi sudah bekerja," terang Ruhut.

Kepada Ruhut, Ketua KPU itu juga mengakui bahwa kasus itu menjadi tanggungjawab Andi Nurpati. Bahkan, masih kata Ruhut dengan mengutip Gurubesar IAIN Antasari Kalimantan Selatan itu, pegawai KPU yang juga ikut bertanggung jawab dalam kasus tersebut, sudah dipecat.

Tapi kenapa lama sekali Polisi baru bekerja?

"Itu yang saya bilang. (Waktu) ramai saya dengan Pak Mahfud, kita ambil hikmahnya. Kan saya bilang, Pak Mahfud telah mendukung ke Pak SBY dan juga ranah hukum dilakukan. Pak Mahfud menyinggung masalah Andi Nurpati, saya dukung. Itulah hikmahnya. (Polri) sudah bekerja," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya