Berita

sby/ist

Tuan Presiden, Black Campaign Itu Biasa!

SELASA, 31 MEI 2011 | 08:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Fitnah dan serangan yang ditujukan kepada seorang pemimpin itu hal biasa. Fitnah itu dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendelegitimasi kepemimpinannya. Karena itu reaksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menggelar konferensi pers secara khsusus dalam menanggapi SMS gelap yang menyerang dirinya dianggap berlebihan dan kurang proporsional.

"Ya bahwa fitnah atau propoganda, black campign itu sangat biasa menyerang seorang kepala negara, (Barack) Obama, (Dmitry) Medvedev, (Vladimir) Putin, hampir semua dihajar oleh lawan-lawan politik atau orang yang tentu saja punya kepentingan terhadap delegitimasi seorang Presiden dengan cara apa pun," kata pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 31/5).

Reaksi ini semakin meneguhkan dugaan publik bahwa SBY sangat peka terhadap isu-isu kecil dan pihak-pihak yang menyerangnya secara pribadi. Sementara isu-isu besar kebangsaan yang harusnya dia perhatikan justru tak mendapat porsi untuk dijelaskan kepada masyarakat secara gamblang.


Menurutnya, kalau masalah SMS cukup jurubicara Demokrat atau jurubicara kepresidenan yang menanggapi. Sedangkan SBY tetap konsen pada isu-isu besar dan masalah kebangsaan lainnya.

"Misalnya, bagaimana posisi Nazaruddin di DPR. Dia (Nazaruddin) tidak hanya dipecat di Bendahara Umum tapi juga diparkirkan di gedung parlemen. Karena kerja-kerja Nazaruddin yang tidak bisa efektif lagi atau dan lain-lain atau misalnya bagaimana dia membersihkan partai dari gejala korup yang semakin akut," terang Direktur The Political Literacy Institute ini.

"Kemudian menurut saya, misalnya persoalan lain yang lebih besar masalah kebangsaan. Misalnya, apa sih hasil join ministery meeting antara Indonesia dan Malaysia di Kinabalu terkait dengan komplik antara Indonesia-Malaysia sampai sekarang Presiden tidak pernah menyampaikan secara gamblang kepada publik," sambung Dosen Ilmu Komunikasi Politik UIN Jakarta ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya