Berita

jimly/ist

Jimly Asshiddiqie: Capres Independen Tak Langgar UUD 1945

SENIN, 30 MEI 2011 | 13:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Saat ini partai politik cukup berkuasa dalam menentukan siapa yang akan jadi pemimpin nasional. Tak hanya itu, parpol juga berjalan tanpa ada yang mengawasi.

Karena itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengusulkan agar ada calon presiden dari kalangan independen.

"Supaya (partai) tidak kuasa sendiri dan agar (partai) mawas diri," kata Jimly dalam diskusi Partai politik Menggerogoti Anggaran Negara, di Rumah Perubahan, kompleks Duta Merlin, Harmoni, Jakarta Pusat (Senin, 30/5).


Selain Jimly, hadir sebagai pembicara, aktivis ICW Abdullah Dahlan, pengurus Nasdem Ferry Mursidan Baldan, dan aktivis Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi.

Jimly sendiri menduga meski calon independen diperbolehkan maju dalam pemilihan presiden, namun tidak akan menang. Hal yang sama juga terjadi di Amerika Serikat. Di negara Paman Sam itu, capres independen diperbolehkan, tapi tidak pernah menang.

"Peluang (capres independen) ini jangan ditutup. Sebagai perimbangan (kepada partai)," katanya.

Menurut Jimly, keberadan capres independen tidak melanggar UUD 1945. Dalam UUD hanya disebutkan bahwa calon presiden diajukan partai dan gabungan partai. Karena tidak ada larangan, berarti boleh ada capres independen. Makanya, untuk bisa mengajukan capres independen tak perlu mengamandemen UUD 1945, cukup membuat undang-undang yang mengatur hal tersebut. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya