ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Kasus mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin, juga bisa menimpa partai politik lain. Karena itu, untuk menghindari hal ini, semua partai politik harus memiliki laporan keuangan yang baik dan benar.
Salah satu penyebab partai politik menjadi sarang hulu praktek korupsi karena komitmen transparansi dan akuntabilitas sangat rendah. Selain itu, prilaku rente dan desakan kebutuhan pendanaan partai yang besar mengakibatkan partai politik memburu rente melalui para politisinya, baik di eksekutif maupun di legislatif.
"Berdasarkan penelitian saya tahun 2009 tentang akuntabilitas keuangan partai politik, saya menemukan bahwa partai politik dan politisi enggan mendorong akuntabilitas dan transparansi sehingga desakan agar partai politik modern memiliki laporan keuangan yang periodik diabaikan," kata ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 30/5).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 05:45
Rabu, 29 April 2026 | 05:26
Rabu, 29 April 2026 | 04:59
Rabu, 29 April 2026 | 04:48
Rabu, 29 April 2026 | 04:25
Rabu, 29 April 2026 | 03:59
Rabu, 29 April 2026 | 03:45
Rabu, 29 April 2026 | 03:28
Rabu, 29 April 2026 | 02:59
Rabu, 29 April 2026 | 02:42