Berita

ilustrasi/ist

Dahnil Anzar: Partai Politik Akar Korupsi di Era Reformasi

SENIN, 30 MEI 2011 | 08:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kasus mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin, juga bisa menimpa partai politik lain. Karena itu, untuk menghindari hal ini, semua partai politik harus memiliki laporan keuangan yang baik dan benar.

Salah satu penyebab partai politik menjadi sarang hulu praktek korupsi karena komitmen transparansi dan akuntabilitas sangat rendah. Selain itu, prilaku rente dan desakan kebutuhan pendanaan partai yang besar mengakibatkan partai politik memburu rente melalui para politisinya, baik di eksekutif maupun di legislatif.

"Berdasarkan penelitian saya tahun 2009 tentang akuntabilitas keuangan partai politik, saya menemukan bahwa partai politik dan politisi enggan mendorong akuntabilitas dan transparansi sehingga desakan agar partai politik modern memiliki laporan keuangan yang periodik diabaikan," kata ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 30/5).


Di sisi lain, kata Dahnil, UU partai politik maupun pemilu tidak pernah secara tegas memberikan sanksi kepada partai politik yang tidak menyampaikan laporan keuangan secara benar dan valid. Padahal dengan menggunakan instrumen modern, yakni akuntansi, maka akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan partai politik dapat dimaksimalkan sehigga publik tahu persis sumber dan penggunaan dana partai politik. Publik juga akan mendeteksi prilaku partai yang cenderung menguntungkan kelompok kepentingan tertentu.

"Karena saya berkeyakinan akar korupsi pada era reformasi ini ada di partai politik. Oleh sebab itu kita butuh partai politik yang akuntabel dan transparan," demikian Dahnil. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya