Berita

Yeyen Lidya

Blitz

Yeyen Lidya, “PARFI Itu Makhluk Apa Sih”

SENIN, 30 MEI 2011 | 04:30 WIB

RMOL. Yeyen Lidya mengaku masih ku­rang paham seluk beluk PARFI (Persatuan Artis Film In­donesia). Makanya itu, boro-bo­ro mengikuti berita panas se­putar rusuhnya kongres PARFI 2011 baru-baru ini, Yeyen juga be­lum merasakan manfaatnya keberadaan PARFI.

“Sampai sekarang belum be­gitu paham tentang PARFI. Wa­lau­pun sudah pernah main film, saya belum menjadi ang­gota PARFI. Bahkan saya tidak tahu bagaimana sebenarnya sya­rat menjadi anggota PARFI,” aku bintang Anda Puas Kami Loyo saat dihubungi Rakyat Merdeka, akhir pekan lalu.

Yeyen menilai, sejauh ini PARFI minim sosialisasi. Aki­batnya, selain dirinya, ba­nyak artis terutama pendatang baru di dunia perfilman nggak ngeh PARFI itu ‘makhluk’ apa.


Kalau suatu ketika dita­wari ma­suk keanggotaan PARFI, ak­tris panas yang biasa main film bergenre horor komedi ini me­ngaku akan pikir-pikir dulu.

“Saya akan menjadi anggota PARFI kalau memang ada un­tungnya. Jangan sampai saya berga­bung justru tidak mem­bawa manfaat yang baik,” te­gasnya.

Perihal kericuhan kongres PARFI, Yeyen mengakui tidak paham akar permasalahannya. Dia juga tidak ingin mengo­mentari orang-orang yang se­dang terlibat perselisihan.

Yeyen berpendapat, PARFI harus membenahi diri jika ingin diakui oleh para aktor dan ak­tris. Kalau sering terjadi ke­kisruhan di internal organi­sasi, nanti para anggotanya ba­nyak yang ngacir.

“Sebaiknya PARFI diurus orang-orang yang mengerti ten­tang perfilman. Menurut saya, banyak senior di per­filman yang kompeten untuk menjadi pe­ngurus PARFI,” pungkasnya.   [RM]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya