Berita

Anas Urbaningrum/ist

Anas Urbaningrum Semakin di Ujung Tanduk

SABTU, 28 MEI 2011 | 09:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pencopotan Muhammad Nazaruddin sebagai bendara umum akan menyulitkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Apalagi ditambah, proses hukum dugaan keterlibatnnya dalam kasus suap di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga juga akan dimulai.

"Jelas situasi ini akan memperlemah posisi Anas di Demokrat," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Jumat, 27/5).

Selain itu, masih kata Ray, kepergian Nazarudin ke Singapura sedikit banyak akan menimbulkan pandangan negatif yang dapat dipakai lawan untuk memukul balik kubu Anas Urbaningrum. Karena Ray yakin, pemecatan Nazaruddin bukti adanya faksi-faksi di tubuh partai penguasa itu.


"Pada kenyataannya (kekuatan) kubu Anas telah dipreteli secara perlahan. Pencopotan Bendum dan penegasan bahwa jubir Demokrat adalah Andi Nurpati (bukan Ruhut Sitompul) bagian dari pemelorotan kekuasaan Anas," terang mantan aktivis '98 ini.

"Artinya dana Demokrat sudah tak dapat dikontrol oleh Anas dan pada saat yang sama informasi ke luar akan lebih banyak didominasi oleh kelompok non Anas. Sementara Sekjen sendiri (Edhie Baskoro Yudhoyono) adalah kubu non-Anas. Artinya adminstrasi parpol juga dikuasai non-Anas," beber Ray.

Tak hanya itu, lanjut Ray, jika pada akhirnya Nazarudin tidak kembali ke Indonesia, maka nasib kubu Anas juga akan sangat riskan. Tapi sebaliknya, bila Nazaruddin kembali dan menjalani pemeriksaan KPK, kubu Anas tinggal menunggu waktu untuk selesai.

"Tentu tidak secara hukum dan prosedural (selesai). Tetapi secara faktual dan politik. Maka pulanglah Nazarudin. Buka apa yang harus dibuka. Berani berbuat beranilah tanggungjawab. Tapi jika kasus ini tak sampai ke proses hukum kemungkinan akan berakhir dengan happy ending," demikian Ray. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya