Berita

ramadhan pohan

Ramadhan Pohan: Belum Ada Alasan Memecat Nazaruddin dari DPR

JUMAT, 27 MEI 2011 | 17:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Posisi Nazaruddin di DPR tak tergoyahkan. Nazaruddin tetap duduk sebagai anggota Komisi VII dan bendahara fraksi Demokrat. Benarkah vonis Dewan Kehormatan adalah bentuk kompromi agar Nazaruddin tidak membuka aib anggota dan petinggi Demokrat.

"Tidak ada kompromi-kompromi," tegas Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, saat dimintai tanggapan di Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 27/5).

Dia menegaskan, Dewan Kehormatan adalah lembaga sesuai AD/ART, mempunyai kewenangan menjatuhkan sanksi kepada anggota dan pengurus yang melanggar etika.


"Dan itu sudah dijalankan. Itu berdasarkan pertimbangan yang cermat, matang akurat. Bukan satu dua kali pertemuan, lalu keluar keputusan," sambungnya.

Ramadhan menambahkan, pencopotan Nazaruddin dari keanggotaan DPR harus berlandaskan hukum. Dan faktanya sampai saat ini, Nazaruddin bukan tervonis, terdakwa, tersangka, bahkan belum pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kenapa dia harus keluar dari DPR Bandingkan dengan partai sebelah, ada anggotanya sudah divonis, enggak dicopot. Kalau kita, begitu keputusan hukum keluar, akan di-PAW," tegas Ramadhan.

Wartawan senior ini menjelaskan, sejauh ini Nazaruddin hanya bersalah karena melanggar AD/ART partai.

"Pasal 15 AD/ART, disebutkan, Partai Demokrat etika politiknya adalah cerdas, bersih, santun. Kalau ada pelanggaran, DK  akan mengambil tindakan dan itu sudah berjalan. Detail dari pelanggaran yang dilakukan Pak Nazar tidak disampaikan kepada publik," urai Ramadhan yang kini bertugas di Komisi II.

Namun ia akui, pemecatan Nazaruddin dari posisi Bendum mendapat alasan paling kuat setelah Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD melaporkan tindakan pemberian uang 120 ribu dolar Singapura.

"Pada saat itu sudah berhadapan dengan etika. Terduga saja sudah menyangkut etika. Setiap hari disorot, tidak bagus bagi partai dan Pak Nazar. Dengan dia dibersihkan sebagai Bendum, serangan kepada Demokrat sejatinya tidak ada lagi," tandasnya.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya