M. Ryaas Rasyid/ist
M. Ryaas Rasyid/ist
RMOL. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi, M. Ryaas Rasyid mengusulkan agar kepala daerah seperti gubernur, bupati dan walikota, dipilih oleh DPRD, bukan melalui pemilihan langsung yang melibatkan masyarakat.
"Kalau saya itu harga mati. (Apalagi) desain otonomi awal tidak ada pemilihan langsung. Orang mengatakan itu kemunduran demokrasi. Orang seperti ini suruh berdebat dengan saya. Demokrasi bukan hanya itu ukurannya. Pemilihan DPRD juga demokrasi," tegasnya usai diskusi di ruang DPD, Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Jumat pagi (27/5).
Dia mengutarakan ini setelah melihat mudharat dari praktik pemilihan langsung yang selama ini dijalankan. Menurut Ryaas Rasyid, setidaknya ada lima dampak buruk dari pemilihan langsung. Pertama, terjadi dekadensi moral di lapangan dimana rakyat jadi pengemis. Di sebuah daerah di Sulawesi, katanya, masyarakat akan membuka pintu sampai subuh menjelang pemilihan. Mereka menunggu serangan fajar.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 05:45
Rabu, 29 April 2026 | 05:26
Rabu, 29 April 2026 | 04:59
Rabu, 29 April 2026 | 04:48
Rabu, 29 April 2026 | 04:25
Rabu, 29 April 2026 | 03:59
Rabu, 29 April 2026 | 03:45
Rabu, 29 April 2026 | 03:28
Rabu, 29 April 2026 | 02:59
Rabu, 29 April 2026 | 02:42