Berita

m nazaruddin/ist

Demokrat Egois, hanya Mementingkan Citra Partai

RABU, 25 MEI 2011 | 19:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Aroma penyudutan Nazaruddin oleh elit-elit Demokrat bisa dibaca bahwa polarisasi dan konflik diam-diam di tubuh partai penguasa itu pasca kongres di Bandung tahun lalu memang benar adanya.

"Pencopotan Nazaruddin sebagai Bendahara Umum Demokrat kian memperteguh asumsi bahwa memang ada friksi di DPP Partai Demokrat," kata pengamat komunikasi politik, Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 25/5).

Jika pun memang Dewan Kehormatan Demokrat memberhentikan Nazaruddin karena diduga merugikan citra Demokrat, pertanyaannya, mengapa tak sekalian menarik posisi Nazaruddin sebagai anggota DPR. Nazaruddin saat ini duduk sebagai anggota Komisi VII DPR.


"Ini kan sama dengan menggantung posisi Nazaruddin. Di satu sisi, powernya dipreteli karena diduga merugikan Demokrat, tetapi Demokrat sendiri tak berpikir posisi Nazaruddin yang bisa merugika rakyat banyak karena akan merugikan citra DPR sebagai representasi wakil rakyat," tutur Direktur Political Literacy Institute ini.

Menurutnya, posisi Nazaruddin saat ini tak memungkinkan lagi untuk mengoptimalkan perannya,  baik di DPP Demokrat maupun di DPR. Karena kasus ini telah menyeret nama dan kredibilitas dirinya dalam citra negatif. Public trust-nya telah turun, meski belum ada vonis hukum atau proses hukum sekalipun yang dijalaninya.

"Sehingga memang sudah tak relevan bagi Nazaruddin berada di posisi tersebut. Dalam konteks ini, Demokrat juga egois karena hanya memikirkan citra partainya tetapi lupa esensi kasus itu juga merugikan rakyat," tegasnya.

Nah, karena hanya mencopot Nazaruddin dari bendum partai bintang mercy itu, tidak mencopot sebagai anggota DPR, masih kata Dosen Ilmu Komunikasi Politik UIN Jakarta ini, keputusan Dewan Kehormatan Demokrat seolah mempertegas target kasus ini hanya mempreteli orang-orang Anas Urbaningrum di internal Demokrat. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya