Berita

mari pangestu/ist

MERPATIGATE

Mari Elka Pangestu Pantas Dibawa ke Mahkamah Internasional

SELASA, 24 MEI 2011 | 16:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu adalah orang yang pertama kali membesar-besarkan isu SARA, yang memojokkan anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo.

"Ya pastilah. Kita melihatnya itu begini loh. Ini ada yang namanya analisa untung rugi. Yang diuntungkan isu ini siapa. Emangnya Bambang Soesatyo? Yang diuntungkan, ya jelas Mari Pangestu dong," tegas tokoh muda keturunan Tionghoa, Justiani, dalam jumpa pers di Warung Daun di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Selasa, 24/5).

Hadir pada acara jumpa pers beberapa anggota Dewan Penyelamat Negara, seperti Saurip Kadi, Sasmito Hadinagoro, Syahganda Nainggolan, Lily Wahid, Hatta Taliwang, Justiani, Lieus Sungkarisma, Cristianto Wibisono.


"Untungnya enggak cuma itu saja (pengalihan isu Merpati). Tapi juga kemudian dia merasa mendapat simpati dari kelompok Tionghoa dan sebagainya. Salah dia, kebalik cara berfikirnya. Dia hanya memutar-mutar perasaan masyarakat Tionghoa, dengan hanya satu kata, yang mereka itu sensitif, yaitu nenek moyang. Kan gitu," tegas pemilik nama asli Liem Siok Lian ini.

Karena itu dia mendorong agar isu SARA yang dimainkan Mari Pangestu dibawa ke Mahkamah Internasional. Agar hal itu jadi pelajaran bagi pejabat publik yang lainnya untuk tidak lagi bermain-main dengan isu SARA.

"Agar jangan (pejabat publik) kemudian melakukan hal-hal yang melanggar HAM. SARA itu salah satunya adalah melanggar HAM untuk menutupi kebijakan-kebijakan yang ternyata sarat dengan kepentingan pribadi," tegasnya.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya