Berita

bamsoet/ist

Kritik Keras Kepada Menteri Pro China Ada Gunanya

SELASA, 24 MEI 2011 | 15:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kritik sangat tajam yang ditujukan kepada para menteri yang mengambil kebijakan meminggirkan kepentingan nasional itu ada gunanya. Dengan kritik itu diharapkan pemerintah dapat berpikir ulang dan lebih mengutamakan kepentingan dalam negeri daripada asing bila akan mengambil sebuah kebijakan.

Demikian disampaikan kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo dalam jumpa pers di Warung Daun di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Selasa, 24/5).

"Saya berharap pemerintah ini lebih hati-hati," katanya.


Bambang mengatakan itu saat meluruskan ihwal isu Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) yang disebut-sebut ditujukan kepada Menteri Elka Pangestu. Dia sendiri memaklumi kenapa wacana itu melintir. "Saya kira ketika saya bicara soal pro china dari menteri Mari Pangestu barangkali terasa tertohok dan kemudian mereka melakukan langka-langka strategi untuk membelokkan isu-isu kepada rasis," ujar Bamsoet, demikian ia akrab disapa.

Saat itu, politikus Golkar ini mengkritik kebijakan pembelian pesawat MA-60 yang dinilai lebih menguntungkan China daripada Indonesia.

Wakil Ketua Umum KADIN ini mengaku tidak anti keturunan China. Karena dia sendiri seorang pluralis dan memiliki keluarga dan partnes bisnis warga keturunan China. Tapi, yang ia persoalkan adalah tabiat atau kebijakan seseorang, bukan berdasarkan. Karena, katanya, orang Jawa ada yang tidak baik. Sebaliknya, dia mengakui, bahwa tokoh semacam Kwik Kian Gie dan Alvin Lie memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Dalam konteks itu pula Bamsoet mengkritik keras, upaya penghalangan dari pihak-pihak tertentu agar Menteri Perindustrian MS Hidayat tidak melakukan renegosiasi hubungan dagang Indonesia-China atau CAFTA.

"Seperti misalnya, saya menggugat kenapa Menteri Perindustrian MS Hidayat yang awalnya diberi peluang untuk melakukan renegosiasi dengan China kemudian dihentikan. Saya tidak tahu siapa yang mempengaruhi Presiden untuk membatalkan negosiasi ulang itu dengan China. Ini kan pasti ada apa-apanya. Maka kita perlu kritik dengan keras," tegasnya.

"Bahwa bangsa ini, rakyat ini,  perlu diperhatikan. Jangan hanya melulu mementingkan citra internasional hanya karena berambisi menjadi Sekjen PBB," tandas Bamsoet tanpa mau membeberkan siapa yang berambisi jadi Sekjen PBB tersebut.[arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya