Berita

Bambang soesatyo/ist

Inilah Pembelaan Diri Bambang Soesatyo soal Isu SARA

SELASA, 24 MEI 2011 | 14:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo merasa gundah bahwa apa yang ia sampaikan pada diskusi di DPR pekan lalu tentang kasus pembelian pesawat MA-60 dari China justru yang ditonjolkan adalah soal rasis.

"Saya agak gundah, apa yang saya sampaikan lebih ditonjolkan masalah rasnya. Saya bukan anti-pluralis. Keluarga saya banyak keturunan (China). Seluruh partner bisnis saya keturunan," kata Bambang dalam jumpa pers di Warung Daun di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa siang (24/5).

Hadir dalam acara jumpa pers ini, beberapa anggota Dewan Penyelamat Negara seperti Saurif Kadi, Sasmito Hadinagoro, Syahganda Nainggolan, Lily Wahid, Hatta Taliwang, Justiani, Lieus Sungkarisma, Cristianto Wibisono.


"Ada dugaan-dugaan bahwa isu SARA ini sengaja dimunculkan untuk mengalihkan perhatian dan menaikkan rasa simpati kepada Mari Pangestu untuk melakukan pembelaan," ujar politikus Golkar ini.

Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah telah terjadi kerugian negara dalam kebijakan yang dilakukan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangetsu terhadap hubungan bilateral antara China dan Indonesia.

"Jadi terkait dengan pembelian pesawat MA-60, ketika tudingan yang mengarah kepada suami yang bersangkutan, tentu saja ada berbagai upaya. Apakah itu dari lingkaran satu Istana atau orang dekat Mari Pangestu, itu untuk mengalihkan itu menjadi lebih sensitif, dan seksi menurut media yaitu rasis," tegasnya.

Karena itu, Bambang tidak akan meminta maaf. Justru menurutnya, orang yang mengeluarkan isu itulah yang harus meminta maaf. Sebab, isu yang dikeluarkan ini sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

"Bagi saya ini adalah kepentingan bangsa. Ketika ada orang yang lebih mementingkan asing, itu harus dilawan," tekannya lagi.

Apa sebenarnya yang Anda katakan dalam diskusi tersebut sehingga keluar isu SARA ini?

"Saya juga tidak tahu. Saya hanya mengatakan bahwa wajar saja kalau ada menteri yang lebih berpihak kepada kepentingan asing, terutama China. Kenapa tidak membeli pesawat produksi kita sendiri. Itu kaitannya," jawabnya.

Bukankah disebut-sebut Anda mengatakan asal nenek moyang menteri yang bersangkutan?

"Enggak juga. Bukan nenek moyang sebenarnya. Saya hanya mengatakan, ketika itu negara leluhur. Apa itu salah. Apa itu rasis. Menurut saya itu tidak rasis. Saya tidak bicara rasis. Saya hanya bicara kebijakan yang merugikan negara. Tapi kalau ada yang membelokkan, biarlah masyarakat yang menilai," tandasnya. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya