Berita

ruhut/ist

KRISIS DEMOKRAT

Ruhut Sitompul Tahu Nazaruddin akan Dipecat sejak Bulan Lalu

SELASA, 24 MEI 2011 | 08:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua DPP Demokrat bidang Komunikasi dan Informasi, Ruhut Sitompul, termasuk orang yang menolak pernyataan Kastorius Sinaga bahwa ada dua pilihan untuk Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin; mundur atau dipecat.

Tapi faktanya, tadi malam (Senin, 23/5), Nazaruddin resmi diberhentikan. Pemecatan Nazaruddin disampaikan oleh Sekretaris Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin. Apa tanggapan Ruhut Sitompul?

"Kastorius itu ngomong seminggu yang lalu kan? Tapi diumumkan baru tadi malam. Karena itu jangan curi start. Kalau aku sebulan lalu sudah tahu. Kita tahu, tapi bukan bidang kita. Di kita ini tak boleh kegenitan. Aku menghormati tupoksi. Itu bukan tupoksi aku," kata Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 24/5).


Ihwal pemberhentian Nazaruddin ini, sebut Ruhut, semua petinggi Demokrat tahu, termasuk misalnya Benny K Harman. Tapi semua orang itu tahu tupoksi masing-masing. Jadi tidak ingin mendahului tupoksi Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Tak hanya itu, sambung Ruhut, anggota Dewan Kehormatan juga tidak bisa bicara atas nama pribadi, seperti EE Mangindaan dan Jero Wacik, yang sebelumnya juga meminta  agar Nazaruddin mundur sebagai bendahara umum. Makanya, sejak awal Ruhut juga mengkritik dua menteri SBY tersebut.

Semua kader Demokrat, terang Ruhut, menerima keputusan Dewan Kehormatan tersebut. Dan hal itu juga sudah diungkapkan jauh-jauh hari sebelum Nazaruddin dipecat.

Tapi, Ruhut menjelaskan, yang diproses dewan kehormatan adalah masalah etika dan moral, bukan masalah hukum. Untuk hukum, Demokrat tetap menyerahkan kepada KPK. Meski Ruhut tak mau membeberkan pelanggaran apa yang telah dilakukan Nazaruddin.

"Itu jangan tanya ke aku. Itu Dewan Kehormatan Pak. Karena itu bukan tupoksiku. Kita jangan menganggu pekerjaan orang, nggak baik bos," elak Ruhut. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya