Berita

sby-boediono/ist

Repdem Ngotot Turunkan SBY-Boediono

MINGGU, 22 MEI 2011 | 18:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Reformasi yang digulirkan pada tahun 1998 memang telah memberi kebebasan kepada masyarakat untuk berserikat dan mengungkapkan pendapat. Tapi, kebebasan itu saja tak cukup. Karena bukan itu saja agenda reformasi.

"Kita mau demokrasi dan reformasi ini kita perjuangkan untuk kesejahteraan rakyat, meningkatkan kedaulatan bangsa kita, dan juga mengembalikan arah dan cita-cita proklamasi kemerdekaan kita," terang ketua Repdem Masinton Pasaribu usai refleksi "Pemuda Indonesia Menggugat Pengkhianatan Reformasi dan Kebangkitan Koruptor"  di Doekoen Coffee Pancoran Jakarta Selatan petang ini (Minggu, 22/5).

Dalam pengamatan Masinton, pemerintah telah gagal dalam menjalankan agenda-agenda reformasi selama  13 tahun ini. Kegagalan terutama pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Karena SBY merupakan presiden terlama dalam rentang waktu 13 tahun tersebut, yaitu selama tujuh tahun.


"Kita lihat dalam tujuh tahun ini, perjalanan bangsa terus merosot," terangnya.

Dia menyontohkan, dalam masa tersebut banyak terjadi konflik antar suku dan agama, melahirkan banyak utang luar negeri, termasuk masih mengguritanya korupsi, kolusi, dan nepotisme seperti kasus bailout bank century dan kasus pajak. Padahal pemberantasan KKN menjadi salah satu agenda reformasi. Tak hanya itu, SBY juga tak mampu menjaga harmonisasi antar-lembaga negara, seperti tercermin dalam kasus cicak versus buaya, yaitu ketegangan antara KPK dan Polri.

"Itu indikasi-indikasi kegagalan reformasi di bawah SBY," tegasnya.

Atas kegagalan-kegagalan itu, dia mengatakan, pemerintahan SBY-Boediono harus diganti. Bahkan bila perlu, SBY-Boediono diturunkan sebelum 2014. Karena pada tahun 2014 diyakini, Partai Demokrat akan menggunakan beragam cara untuk mempertahankan kekuasaan.

Tapi dia menekankan, pergantian bukan hanya pada pemerintahan, tapi juga paradigma ekonominya. Karena saat ini bukan berparadigma Pancasila, tapi neoliberal.

Lewat cara apa menurunkan SBY-Boediono?
Apakah Anda yakin parlemen mau menggunakan hak tersebut?
[yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya