Berita

sri mulyani/ist

Bank Dunia Manfaatkan Sri Mulyani untuk Melunakkan Pemerintah Indonesia

MINGGU, 22 MEI 2011 | 14:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Keberadaan Sri Mulyani di Bank Dunia, tidak akan memberikan manfaat bagi Indonesia.

"Karena yang memutuskan bukan Sri Mulyani, tapi pemegang saham terbesar, yaitu Amerika. Jadi konstruksinya saya kira kedudukan orang Indonesia di lembaga internasional itu hanya sebagai pelaksana," kata pengamat ekonomi, Kusfiardi, di sela-sela acara sarasehan dan peringatan 13 tahun Reformasi di komplek Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan (Minggu, 22/5)

Justru, kata mantan Koordinator Koalisi Anti-Utang ini, Bank Dunia memanfaatkan orang seperti Sri Mulyani untuk melunakkan hati pemerintah Indonesaia agar mau menjalankan progam Bank Dunia.


"Karena orang Indonesia bisa jadi juru komunikasi untuk melunakkan pemerintah Indonesia dan menganggap ini harus dikerjakan," tegasnya.

Apalagi, terangnya, lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti Bank Dunia, dan juga IMF serta Asian Developmant Bank didirikan bukan untuk memberikan manfaat bagi negara seperti Indonesia. Justru Indonesia menjadi korban dari lembaga keuangan itu.

"Karena pertama, mereka berkepentingan mendapatkan keuntungan dari perputaran melalui mekanisme utang luar negeri. Kedua, Indonesia tidak pernah memperjuangkan apa-apa yang jadi kepentingan strategisnya. Akhirnya, lebih banyak Indonesia jadi korban dari lembaga-lembaga multilateral itu," demikian Kusfiardi. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya