Berita

ilustrasi

SUAP SESMENPORA

Akankah Anas Urbaningrum Terjungkal Gara-gara Kasus Nazaruddin?

SABTU, 21 MEI 2011 | 18:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengungkapan kasus demi kasus yang diduga melibatkan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin semakin pelik. Partai Demokrat seakan terpecah dalam menyikapi kasus ini.

Tokoh Demokrat seperti Kastorius Sinaga, EE Mangindaan dan Jero Wacik mulai meminta Nazaruddin mundur dari posisi bendum partai. Sementara Ruhut Sitompul, yang merupakan orang dekat Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dan Anas Urbaningrum, meminta agar skandal suap Sesmenpora diselesaikan KPK.

Kericuhan di internal partai itu ini juga membuka spekulasi yang menyebutkan bukan tidak mungkin Anas Urbaningrum lah yang akhirnya akan terjungkal. Anas dianggap bersalah karena menjadi salah seorang promotor Nazaruddin sehingga dapat duduk di kursi bendum. Di sisi lain, Anas juga dianggap tidak dapat mengendalikan silang pendapat di kalangan Demokrat. Ketidakmampuan ini memperlihatkan leadership yang kurang.


Dalam berbagai diskusi dan pembicaraan di kalangan politisi kemungkina Anas dikudeta melalui mekanisme kongres luar biasa sudah semakin sering dibicarakan.

Namun, Sekretaris Departemen Penegakan Hukum DPP Partai Demokrat, Ma'mun Murod Al-Barbasy, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 21/5) membantah keras hal itu. Dia menilai, rumor itu dinilai berlebihan.

"Percayalah Demokrat akan mengeluarkan keputusan yang proporsional (adil). Karenanya berlebihan mengaitkan kasus Nazar dengan KLB. Itu (KLB) tidak ada kamusnya di Demokrat, karena itu menabrak hakekat demokrasi yang sesungguhnya," tegasnya.

Lebih lanjut Wakil Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah ini mengatakan bahwa pasca Kongres Bandung tidak ada kubu-kubuan. Semua potensi dari berbagai kubu pada saat Kongres sudah melebur jadi satu kesatuan.

"Kabinet Anas begitu akomodatif, sehingga berlebihan isu soal KLB. Kalaupun rumor itu benar, pasti yang menghembuskan mereka yang hanya ingin Demokrat gaduh," tandasnya.[arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya