Berita

Kampus Az-Zaitun/ist

PKB: Menag Gegabah Simpulkan Az Zaytun Tak Tersangkut NII

JUMAT, 20 MEI 2011 | 11:07 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Agama Suryadharma Ali dinilai terlalu gegabah menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Az Zaitun tidak memiliki kaitan dengan Negara Islam Indonesia (NII).

"(Pernyataan itu sebaiknya) dicabut dulu. Itu bukan berarti menelan ludah sendiri. Karena untuk memutuskan itu perlu penelitian yang utuh," kata Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Kadir Karding di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 20/5).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menjelaskan, SDA, panggilan Suryadharma Ali, sampai pada kesimpulan tersebut karena dua alasan. Pertama, hasil penelitian Departemen Agama pada tahun 2002, dan yang kedua hasil pengamatan langsung saat menyambangi pesantren yang berada di Indramayu belum lama ini.


"Beliau mengatakan itu pakai lambang negara menteri. Kecuali sebagai ketua umum PPP tak ada masalah. Karena ini masih jadi polemik. MUI juga berbeda. Kecuali Pak Menteri punya data dari segala sisi," jelasnya.

Dia mengatakan itu berdasarkan pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai, penegak hukum sedikit banyak akan kesulitan dalam menangani sebuah kasus, bila pejabat sudah mengeluarkan pernyataan. Meski begitu, pihaknya juga tidak ingin menjustifikasi bahwa ada keterkaitan pesantren pimpinan Panji Gumilang itu dengan NII, tapi memang dugaan itu dirasakan sangat kuat.

Karena itu perlu penelitian dan penelusuran yang mendalam baik dari Depag, Polri dan BNPT agar segara ada kesimpulan atas status Az Zaitun.

"(Az Zaitun) tidak boleh disandsra oleh bayang-bayang NII. Kalau bersih ya di-clear-kan. Kalau terlibat diambil alih atau bagaimana," tandasnya. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya