Berita

saleh daulay/ist

Antara Kebangkitan Nasional dan Praktik Korupsi yang Menggurita

JUMAT, 20 MEI 2011 | 09:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tahun dinilai belum mendatangkan semangat kebangkitan dan perubahan.

Setelah 103 tahun HKN dideklarasikan, harusnya bangsa ini telah lama bangkit dari berbagai ketertinggalan. Sayangnya, kenyataan yang ada masih jauh dari harapan dan impian semua anak bangsa.

"Lihatlah, setiap tanggal 20 Mei hampir seluruh kantor instansi pemerintah diwajibkan melakukan apel memperingati HKN. Peringatan ini hanya simbolisme saja. Para peserta upacara saja barangkali tidak sadar kalau mereka sedang apel untuk menanamkan semangat kebangkitan," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 20/5).


Menurut Saleh, memaknai kebangkitan nasional di era sekarang berbeda dengan era revolusi kemerdekaan. Dulu musuh Indonesia adalah penjajah asing. Sekarang, musuh Indonesia justru banyak yang berasal dari dalam bangsa sendiri. Para koruptor, misalnya, adalah musuh yang nyata bagi pembangunan. Karena itu, semua aparat pemerintah sudah seharusnya bertekad untuk bangkit dan segera meninggalkan praktik korup yang selama ini masih merajalela di seluruh sektor kehidupan berbangsa.

"Bagaimana mungkin bangsa ini bisa bangkit bila koruptor masih merajalela. Perilaku korup hanya memperkaya segelintir orang dan memiskinkan jutaan rakyat," tegas Saleh.

Lebih lanjut Saleh menyarankan agar peringatan HKN dirayakan lebih substantif. Misalnya, dengan mengajak para peserta apel bersumpah untuk tidak korupsi. Bila ini dilakukan, mungkin perayaan HKN akan lebih bermakna dan lebih berorientasi bagi kebangkitan bangsa. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya