martin hutabarat/ist
martin hutabarat/ist
RMOL. Partai Gerakan Indonesia Raya tak sepakat dengan wacana Jaksa Agung akan dipilih lewat fit and proper test di DPR, tidak lagi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden sebagaimana diatur dalam UU Kejaksaan.
"Saya kira itu tidak pas. Kita membangun sistem sesuai undang-undang dasar yang menekankan peranan sistem presidensial," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat kepada Rakyat Merdeka Online di Hotel Santika, Slipi, Jakarta Barat, usai penutupan kegiatan training of trainer sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar MPR bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah malam ini (Rabu, 18/5).
Karena itu menurutnya, sistem presidensial ini harus diperkuat, dimana presiden adalah pemimpin pemerintahan. Tugas penuntutan adalah bagian dari tugas penyelenggara negara.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41