Berita

martin hutabarat/ist

Gerindra Tak Sepakat Jaksa Agung Dipilih DPR

RABU, 18 MEI 2011 | 22:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Gerakan Indonesia Raya tak sepakat dengan wacana Jaksa Agung akan dipilih lewat fit and proper test di DPR, tidak lagi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden sebagaimana diatur dalam UU Kejaksaan.

"Saya kira itu tidak pas. Kita membangun sistem sesuai undang-undang dasar yang menekankan peranan sistem presidensial," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat kepada Rakyat Merdeka Online di Hotel Santika, Slipi, Jakarta Barat, usai penutupan kegiatan training of trainer sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar MPR bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah malam ini (Rabu, 18/5).

Karena itu menurutnya, sistem presidensial ini harus diperkuat, dimana presiden adalah pemimpin pemerintahan. Tugas penuntutan adalah bagian dari tugas penyelenggara negara.


"Seseorang menuntut itu atas nama negara. Keputusannya adalah kepada peradilan. Peradilan ini kita jaga independensinya. Makanya Mahkamah Agung dipilih DPR, tapi tidak jaksa agung," jelasnya.

Kalau begitu memang betul dugaan bahwa memang Jaksa tidak independen dalam melakukan penuntutan, karena dia bagian dari penyelenggara negara, bagian dari Presiden?

"Nah sekarang pengertian independen itu apa. Adalah bahwa dalam perkara itu dia melakukan sesuai dengan profesinya. Nah, sekarang misalnya, apakah Presiden itu independen? Ya tidak boleh presiden itu independen. Presiden harus melaksanakan berdasarkan kepentingan negara. Begitu juga jaksa agung. Dia mewakili negara menuntut sekarang," tegasnya.

Meski begitu, jelasnya, jaksa agung tidak asal menetapkan tersangka atau menuntut seseorang dalam kasus tertentu, harus memenuhi bukti-bukti. Kalah dinilai tidak memenuhi bukti, orang yang dituntut bisa mengajukan pra peradilan.
"Sistem kita kan seperti itu. Ada juga SP3," tandas Martin.[arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya