Dirgantara Indonesia/ist
Dirgantara Indonesia/ist
RMOL. Pembelian pesawat Merpati jenis MA-60 dari China, yang jatuh di laut Kaimana Papua, terus mendapatkan kecaman dari publik. Semestinya, PT Merpati tidak perlu mendatangkan pesawat dari China karena Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN), saat ini PT Dirgantara Indonesia (DI), juga memproduksi pesawat yang berkualitas tak kalah dengan pesawat negara lain.
"Itu sebetulnya CN 235 punya IPTN jelas telah mengantongi sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration) dari Amerika, bahkan dari Eropa, EASA (European Aviation Safety Agency)," kata aktivis angkatan 78, Abdurrochim kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 18/5).
Pernyataannya di atas mengutip pernyataan mantan Dirut IPTN Hari Laksono yang siang tadi menggelar konferensi pers di Rumah Perubahan 2.0, kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Juga hadir politisi Hanura, Akbar Faizal dan koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 05:45
Rabu, 29 April 2026 | 05:26
Rabu, 29 April 2026 | 04:59
Rabu, 29 April 2026 | 04:48
Rabu, 29 April 2026 | 04:25
Rabu, 29 April 2026 | 03:59
Rabu, 29 April 2026 | 03:45
Rabu, 29 April 2026 | 03:28
Rabu, 29 April 2026 | 02:59
Rabu, 29 April 2026 | 02:42