Berita

wiranto/ist

Partai Wiranto Tak Mau Kembali ke Zaman Soeharto

RABU, 18 MEI 2011 | 10:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hasil survei Indo Barometer yang menyebutkan bahwa mayoritas publik menganggap kondisi bangsa lebih baik pada Orde Baru dibanding masa reformasi, khususnya di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan fakta.

"Kita pun menyadari tidak ada hal yang signifikan yang dilakukan oleh pemerintahan SBY selama tujuh tahun ini. Saya kira hasil survei Indo Barometer mengandung kebenaran," kata fungsionaris DPP Hanura, Syarifuddin Sudding, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/5).

Meski kehidupan di masa Orba dianggap lebih baik, katanya, bukan berarti bahwa sistem dan cara Soeharto dalam menjalankan pemerintahan kembali dipraktikkan. Apalagi kekuasaan Orde Baru sangat otoriter dan kebebasan berpendapat diberangus.


Atas hasil survei tersebut, sebagian kalangan menilai akan menguntungkan partai-partai yang "dekat atau punya hubungan" dengan Orde Baru, seperti Nasional Republik, Golkar, Gerindra, bahkan juga Hanura, yang didirikan mantan ajudan Soeharto, Wiranto. Saat dimintai tanggapan atas penilaian itu, Wakil Ketua Fraksi Hanura ini menampik.

"Saya kira tidak ada korelasinya hasil survei ini dengan partai yang ada hubungannya dengan rezim Orde Baru. Saya kira masyarakat juga sudah pandai, pintar memilih mana sih partai-partai yang selama ini membela kepentingan rakyat dan bangsa, dan mana partai yang hanya mengamankan elit-elitnya," jawab Sudding. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya