Berita

Ada Gerakan Selamatkan Citra SBY di Demokrat

SENIN, 16 MEI 2011 | 18:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Masyarakat heran mengapa Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono selalu tidak sejalan dengan anak-anak binaannya di DPR dan juga di DPP Partai Demokrat.

"Ya, kan problem selalu ada kontradiksi antara Kedua Dewan Pembina dengan yang di lapangan. Satu sisi ada politik citra, bahwa Ketua Dewan Pembina ini suci bersih begitu, yang salah itu hanya anak buah," kata peneliti The Indonesian Institute, Abdurrohim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 16/5).

Ada dua fakta terakhir yang membuktikan kontradiksi. Pertama, soal pembangunan gedung baru DPR. Satu sisi, SBY menegaskan gedung baru DPR tidak perlu dibangun jika tak terlalu penting.


"Tapi di sisi lain, pasukannya di DPR tetap ngotot. Jadi ada instruksi tapi menurut penilaian kami di publik, ada problem besar. Sebenarnya mau mereka ini apa," ungkap Rohim.

Kedua, dalam kasus suap proyek pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang, yang diduga melibatkan, dua kader Demokrat, M Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Dalam kasus ini, SBY sekali lagi menegaskan, bahwa tidak ada orang yang tidak bisa diproses hukum. Kalau memang keduanya terlibat, harus diberikan sanksi.

"Tapi di sisi lain, di kalangan kolega-kolega mereka sendiri, itu seolah-olah ingin menutupi," tegasnya.

Dari kontradiksi-kontradiksi tersebut, diduga ada kesepakatan untuk memainkan peran masing-masing di tubuh Demokrat.

"Wallahu alam. Tapi kan kita publik hanya bisa menduga-duga. Dugaan kita, pokoknya cara berpolitik mereka itu Presiden harus selamat kalau ada tindakan kejahatan dan segala macam. Bahkan besan dikorbankan pun tidak apa-apa," tandasnya.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya