Berita

Jimly Ashshiddiqie/ist

Jimly Asshiddiqie Nolak Jadi Pengurus PPP

SENIN, 16 MEI 2011 | 11:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Muktamar yang akan digelar pada awal Juli mendatang.

Namun saat dikonfirmasi, Gurubesar Ilmu Hukum Tata Negara ini menampik. Meski dia mengapresiasi atas dorongan sebagian politisi PPP seperti Ahmad Yani untuk ikut dalam Muktamar.

"Boleh-boleh saja. Tapi kan lebih baik yang ada itu saja lah. Saya sih tidak ada masalah. Saya sih kalau memberikan dukungan untuk memperbesar partai, boleh. Cuma kan saya bukan orang partai, tidak usah lah ikut-ikut dalam partai. Bisa membantu dari luar saja. Saya syukur mereka merasa dekat (dengan saya), saya juga merasa dekat. Tapi tidak usah masuk, saya kan bukan orang partai," kata Jimly kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 16/5).


Jimly mengaku mau memberikan dukungan karena PPP merupakan partai Islam. Tapi sekali lagi dia mengatakan, tidak akan mau membantu secara langsung dengan menjadi ketua umum atau pengurus.

"Macam-macam (bantuan yang bisa diberikan), bisa berdoa. Itu kan dukungan luar biasa, bisa juga memberikan konsultasi, seperti selama ini memberikan bantuan dukungan moral nasihat," jelasnya.

Saat ditanya apa yang harus dilakukan PPP saat ini, ia mengatakan partai berlambang kabah itu harus bisa menjadi bagian dari umat Islam. Apalagi saat ini umat Islam mengalami disorentasi, misalnya dengan munculnya wacana Negara Islam Indonesia (NII).

"Ini terjadi karena internal leadership di tengah-tengah umat Islam itu tidak terbentuk. Ini yang paling pokok jadi agenda PPP. Karena dia partai yang paling eksplisit mengklaim partai Islam. Yang lain kan tidak, hanya malu-malu kecuali PKS. Kedua ekonomi. Bagaimana membangun kesejahteraan yang berkeadilan sosial. Semua kebijakan-kebijakan ekonomi harus berkeadilan sosial. Ini yang harus disuarakan PPP," tandasnya. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya