Berita

ILUSTRASI/IST

TERORISME

Di Tengah HUT Jusuf Kalla pun Akar Terorisme Tetap Dipertanyakan

MINGGU, 15 MEI 2011 | 15:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tidak ada negara di dunia yang selalu diributkan dengan persoalan terorisme, kecuali di Indonesia. Hal ini karena Indonesia memang diduga hanya dijadikan sebagai kelinci percobaan pemberantasan terorisme.

"Sehinga bukan hanya saya, publik pun bertanya di mana akar teroris. Di dunia tidak ada teroris diurus polisi. Ada garda pasukan khusus. Jadi saya bertanya agenda teroris ini untuk apa. Apakah untuk pengalihan isu atau agar dana terus masuk dari luar. Seperti yang kita tahu bagaimana mungkin bom buku di BNN tidak ketahuan," kata mantan anggota Komisi I DPR, Ali Mochtar Ngabalin, di kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta (Minggu, 15/5).

Kalau sampai hari ini ada rakyat yang menjadi korban tertembak, seperti yang dialami pedagang angkringan di Sukoharjo dalam penggerebekan Densus 88 kemarin malam, menurutnya, tidak ada cara lain negara harus menunjukkan bahwa aparat melakukan kesalahan itu.


Selain itu, Ali Mochtar juga mengaku bingung, kenapa orang yang diduga teroris itu selalu ditembak mati. Dia heran, mengapa Densus 88 tidak bisa menangkap hidup-hidup agar bisa diperoleh informasi dari terduga teroris tersebut.

"Saya pernah bilang dari dulu cara agar meloloskan RUU itu dengan berbagai cara. Setiap kali ada pembahasan selalu ada peristiwa, kasus-kasus seperti begini. Sebagai mantan anggota komisi I, boleh dong saya berpendapat seperti ini. Itu (RUU Intelijen) aturan sesat menyesatkan. Kita tolak," katanya menanggapi anggapan bahwa penggerebekan teroris belakangan ini diduga untuk meloloskan RUU Intelijen. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya