Berita

ahmad yani/ist

JELANG MUKTAMAR PPP

Yusril dan Jimly Berpeluang Pimpin PPP

SABTU, 14 MEI 2011 | 15:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski sebagian kalangan memprediksi Suryadharma Ali akan mudah untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada muktamar yang akan dihelat awal Juli mendatang di Bandung, Ahmad Yani tak peduli.

Anggota Komisi Hukum DPR ini siap lahir-batin untuk bertarung melawan incumbent dan tetap optimis akan bisa keluar sebagai pemenang hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di partai berlambang kabah tersebut.

Rasa optimismenya itu ia sampaikan di kantor PB HMI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, usai berorasi peringatan 13 tahun reformasi, Jumat malam (13/5).

Begitu juga dengan nama-nama baru yang disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa ketua umum, seperti bekas petinggi BIN Muchdi Pr, mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, dan eks Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Ashshiddiqie, politisi muda ini tak gentar.

"Muchdi silakan saja, itu kan hak dia. Dia kan anggota PPP. Setiap anggota punya hak yang sama untuk maju. Semakin banyak yang maju, semakin bagus. Bahkan saya dorong juga Bang Yusril, Bang Jimly dan lain sebagainya untuk maju. Tapi era 2014 itu era kaum muda," kata Yani dengan yakin.

Kalau tokoh-tokoh luar, seperti Yusril dan Jimly ikut meramaikan bursa bukankah itu tanda-tanda PPP ini tidak memiliki tokoh?

"Nggak apa-apa, nggak jadi masalah. Semua kalangan tokoh itu menunjukkan tanda-tanda kebangkitan PPP. Saya kira tanda-tanda kebangkitan PPP semakin nampak asal kepemimpinnya itu mampu menangkap isyarat-isyarat zaman," jawabnya.[arp]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya