Berita

SUAP SESMENPORA

Kamaruddin Sempat Tunggangi Rosa Demi Hancurkan Demokrat?

RABU, 11 MEI 2011 | 18:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tersangka suap di tubuh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mindo Rosaline Manullang, mengaku pernah diiming-imingi bebas dari jeratan hukum oleh mantan pengacaranya. Syaratnya, dia harus memberi pengakuan yang tidak sesuai fakta kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hal itu diutarakan Rosa dengan emosional usai diperiksa penyidik KPK, di kantor KPK, Jakarta, Rabu petang (11/5). Rosa mengaku dipaksa oleh mantan pengacaranya Kamaruddin Simanjuntak untuk menyeret Partai Demokrat dan Bendahara Umum-nya, Muhammad Nazaruddin.

"Saya jamin bisa bebas. Yang penting kita hancurkan Partai Demokrat," ungkap Rosa menirukan pernyataan eks pengacaranya, Kamaruddin Simanjuntak.


Padahal, tegas Rosa, dari awal dirinya sudah mengatakan bahwa tindakan suap bersama Mohammad Idris di Kantor Kemenpora adalah inisiatifnya sendiri, bukan atas perintah Nazaruddin. Tetapi Kamaruddin tetap saja merayunya agar menyeret-nyeret Partai Demokrat dalam kasus suap Sesmenpora.

"Kamu jangan bilang pribadi, nanti kamu tidak bisa bebas. Kamu seret Partai Demokrat," kata Rosa mengulangi omongan Kamaruddin.

Kamaruddin, kata Rosa, terus merayunya. Bahkan saat dirinya menegaskan tidak pernah berhubungan dengan politisi dan partai tertentu, Kamaruddin tetap memaksa.

"Kalau you mau bebas, you harus ikuti perintah saya. Apapun yang kamu katakan kamu harus ikuti pikiran saya. Kita hancurkan Demokrat," tutur Rosa mengulangi arahan Kamaruddin saat mereka berbincang di Polda Metro Jaya tanggal 23 April.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya