Berita

ilustrasi/ist

SUAP SESMENPORA

Petinggi DGI Konsisten Tutup Mulut

RABU, 11 MEI 2011 | 08:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Direktur Keuangan PT Duta Graha Indah Tbk (DGI), Laurensius Teguh Khasanto, kembali melakukan aksi tutup mulut. Usai menjalani pemeriksaan tim penyidik KPK, Selasa malam (10/5), Laurensius memilih diam dan tidak mengomentari seputar suap di kantor Kemenpora.

Saat ditanya ihwal kebenaran kalau dirinyalah yang menandatangani tiga lembar cek senilai Rp 3,2 miliar, lalu menyuruh Idris memberikannya untuk Wafid, Laurensius pun memilih menggulungkan lengan baju panjangnya.

Laurensius tak hanya sekali ini saja mengunci rapat mulutnya. Dia melakukan aksi serupa setiap sosoknya muncul di gedung KPK. Laurensius tetap bungkam saat para wartawan mencegatnya untuk memintai klarifikasi soal suap dari PT DGI.


Untuk menjaga keteguhan aksinya itu, Laurensius tetap mengunci rapat mulutnya sekalipun para wartawan mencecar dengan pertanyaan yang menyudutkannya. Laurensius tetap diam saat ditanya dirinya akan ditetapkan sebagai tersangka ke empat oleh KPK.

Laurensius menjalani pemeriksaan penyidik KPK secara maraton selama 12 jam. Setengah hari diperiksa tak membuat Laurensius lusuh. Laurensius tetap terlihat fit dan tak sedikit pun terlihat kelelahan.

Keluar gedung KPK pukul 20.45, Laurensius langsung pulang dengan menggunakan sedan Vios bernomor polisi B 8861 PK. Laurensius tak ragu melangkah masuk ke kendaraannya sambil menggulung-gulungkan lengan baju pajangnya berwarna putih dan menunjukkan sikap cuek meladeni para wartawan. [yan]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya