Berita

Gusti Kanjeng Ratu Hemas

Wawancara

Gusti Kanjeng Ratu Hemas: Saya Kira Ini Strategi Lempar Tanggung Jawab

RABU, 11 MEI 2011 | 00:19 WIB

RMOL.“Perpanjangan masa jaba­tan itu harus dikaji secara men­dalam. Jangan sampai ada kesan ini strategi melempar tanggung jawab terhadap belum tuntasnya Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogya­karta,” ujar Wakil Ketua DPD, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Permaisuri Sultan Hamengku Buwono X itu menganggap ren­cana perpanjangan masa jabatan itu hanya sebatas wacana dari Kemendagri.

“Seharusnya pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan ini. Tidak perlu membuat rencana yang lain,’’ ucapnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa DPD mempunya daftar isian masalah (DIM) mengenai RUUK Yogyakarta?

DPD maupun pemprov Daerah Istimewa Yogayakarta telah me­rampungkan Daftar Isian Masa­lah. Kami siap membantu DPR dalam merumuskan daftar per­soalannya.

Harapan Anda kapan selesai­nya RUUK Yogyakarta itu?

Kami berharap selesai tahun ini, supaya tidak ada lagi gejolak di masyarakat.

Bagaimana peran DPD da­lam mendorong RUUK Yogya­karta?

Sejauh ini DPD telah ikut ter­libat dengan menyampaikan aspi­rasi, masukan dan pertim­bangan kepada DPR. Adanya ruang bagi DPD untuk bekerja dengan DPR saat ini dinilai sebagai sebuah kemajuan bahwa peran DPD sa­ngat dibutuhkan terkait berbagai persoalan.

Apa DPD sudah bersikap ten­tang rencana perpanjangan masa jabatan itu?

Itu kan baru wacana saja, tapi DPD pasti akan menolak perpan­jangan itu. Sebab, dasarnya tidak jelas. Seharusnya mengacu ke­pada undang-undang.

O ya, bagaimana soal radika­lis­me di Indonesia?

Bagi kami, yang tergabung dalam Aliansi Bhineka Tunggal Ika, sudah sejak tahun 2009  mem­­berikan warning kepada pemerintah mengenai bahaya radikalisme. Masalahnya kita selalu dengan mudah melupakan kejadian yang pernah terjadi, khususnya mengenai masalah radikalisme.

Bagaimana dengan radika­lis­me yang sudah merembet ke daerah?

Di beberapa SMA di daerah-daerah saat upacara bendera su­dah mau ada penggantian butir-butir Pancasila. Ini artinya radi­kalisme sudah merambah dalam dunia remaja dan bahayanya dia tidak lama akan masuk ke uni­versitas.

Apa yang perlu dilakukan?

Saya pikir ini perlu dikecang­kan dalam upaya pencegahan, bukan hanya di kampus saja, tetapi di sekolah-sekolah. Harus ada tindakan dari pemerintah, bukan hanya pemerintah pusat tetapi juga daerah. Ini tanggung jawab bersama.

Bagaimna dengan guru yang mengajarkan radikalisme?

Guru-guru yang radikal itu perlu ditindak tegas. Yang sangat disesalkan, pemerintah tidak mempedulikan radikalisme itu sebagai hal yang penting.

Artinya Pancasila mulai di­ting­gal­kan?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di tujuh kota, hasil­nya bukan hanya mahasiswa tetapi murid SMA sudah terkena imbas terhadap gerakan radi­ka­lis­me. Itu artinya Pancasila sudah banyak ditinggalkan dan tidak menjadi nafas kehidupan ber­bangsa dan bernegara di In­do­nesia.

Bagaimana dengan rencana ma­suknya polisi ke kampus?

Sebelum polisi itu masuk da­lam kampus, harusnya gerakan mahasiswa terlebih dulu mem­ber­sihkan dari awal. Kehadiran polisi ini sifatnya sudah sangat urgen kondisinya. [RM]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya