Berita

ICW: Berhadapan Tembok Besar, KPK Sulit Tuntaskan Mirandagate

MINGGU, 08 MEI 2011 | 20:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Indonesia  Corruption Watch (ICW) menilai anggapan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) bahwa KPK mengalami kendala dalam mengusut kasus Mirandagate cukup beralasan.

Sama seperti Satgas PMH, ICW juga menengarai KPK berhadapan dengan tembok besar dalam mengungkap kasus Mirandagate jilid II, mengusut pemilik dan pemberi traveller's cheque.

"Pastilah ada kendala. Sangat besar kemungkinanya. Proses sekarang saja sudah terlihat. Ada puluhan anggota DPR yang diproses KPK. Beberapa yang diproses (Panda Nababan dan Paskah Suzetta) bukan orang asal-asalan DPR lagi. Mereka pentolan partainya masing-masing," ujar peneliti ICW, Tama S Langkun, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Minggu (8/5).


Namun ICW, tak mau terburu-buru menilai KPK gagal menangani Mirandagate, lantaran sampai saat ini KPK masih memproses pemberi TC yang diduga adalah Nunun Nurbaeti.

"Sejauh ini prosesnya berjalan. Tapi tentunya bukan tanpa kritik. Kita tunggu saja prosesnya. Kan KPK beberpa kali sudah sampaikan kalau soal itu (Nunun Nurbaeti) tinggal nunggu waktu saja," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum menilai KPK kesulitan mengusut tuntas kasus dugaan suap dalam skandal Mirandagate. Komisi itu, kata anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa, menemukan  banyak kendala sehingga mengalami kesulitan untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Satgas melihat ada kendala di balik proses penegakan hukum ini," katanya. [dry]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya