Berita

KH Masdar Farid Mas’udi

Wawancara

KH Masdar Farid Mas’udi: Kami Punya Strategi Menangkal Gerakan NII

RABU, 04 MEI 2011 | 00:13 WIB

RMOL.“Kalau separatisme seperti di Aceh dan Papua hanya ingin memisahkan sebagian kecil dari wilayah negeri ini. Tetapi NII secara keseluruhan NKRI,” ungkap Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi ke­pada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Makanya, lanjut Masdar, pi­hak­nya merasa geram sama NII dan pemerintah. Sebab, peme­rintah lamban memberantasan gerakan ini. Padahal, keberadaan­nya sudah lama. Tentu mereka sudah memiliki jaringan yang kuat. Apalagi sudah menyusup ke parpol dan organisasi lainnya. Tapi ke NU terasa sulit. Sebab, kami punya strategi menangkal gerakan ini.

“Pemerintah bertindak keras ter­hadap separatisme. Seharus­nya harus lebih keras terhadap NII. Sebab, ini bukan hanya ting­kat wacana, tapi sudah tindakan,” kata Masdar.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa NII nggak diberan­tas dari dulu?

Itu yang sangat disesalkan. Seharusnya semua penyakit yang muncul di negeri ini seperti pe­nyakit ideologi dan kriminalitas harus diberantas dengan cepat.

Apa penyebab orang terpe­ngaruh dengan gerakan ini?

Banyak penyebabnya. Misal­nya saja, tidak adanya keadilan dan kemakmuran. Padahal, peja­batnya berpoya-poya dari hasil korupsi. Sedangkan penegakan hukum lemah. Itu yang memun­culkan virus-virus di negeri ini, termasuk virus yang paling ber­bahaya.

Bagaimana masyarakat me­nang­kal gerakan ini?

Ini kan penyakit ideologi. NII ini ingin membongkar keutuhan bangsa Indonesia, yaitu dengan melakukan doktrin ideologis. Hal ini yang menurut saya lebih ber­bahaya dari tindakan separatisme.

Apa yang harus dilakukan untuk melawan gerakan ini?

Dalam jangka pendek harus ada penegakan hukum kepada se­mua tindakan melawan tertib ber­negara, baik tertib social, krimi­nalitas, maupun tertib ideologis. Seperti NII itu melanggar tertib ideologis bangsa ini dan harus ditindak.

Sedangkan jangka panjang, pe­merintah harus serius mewujud­kan rasa keadilan dan kemakmu­ran rakyat. Jadi, permasalahan ter­sebut tidak muncul lagi.

Bagaimana dengan peran to­koh agama?

Peran mereka tentu penting. Sebab, tokoh agama itu bisa me­la­kukan counter discourse wacana ideologi yang menyim­pang. Wacana ideologis itu bera­gumen dengan argumen teologis dari para tokoh agama. Jadi, to­koh agama punya tanggung ja­wab dalam hal ini.

Peran NU bagaimana?

NU tentu harus lebih intensif melakukan counter ideologi dari NII. Ini dilakukan melalui dak­wah-dakwah para kiai yang ada di pesantren maupun  di masjid-masjid serta kampus-kampus. Tapi langkah NU ini saja tidak cukup, kalau negara mem­ble dalam me­wujudkan keadilan dan kemakmu­ran rakyatnya, serta penegakan hukum lembek, ini susah juga.

Apa Anda melihat NII dipeli­hara politisi?

Itu yang bikin kacau. Politisi itu kan tidak mikir apa-apa ke­cuali masalah kekuasaan dan uang. Politisi pragmatis seperti ini memperkeruh keadaan. Justru mereka yang harus bertanggung jawab terhadap munculnya NII dan segala macam penyakit bangsa ini. [RM]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya