Berita

KH Ma’ruf Amin

Wawancara

WAWANCARA

KH Ma’ruf Amin: Paham NII Berbahaya Ayo Ditumpas Bersama

SENIN, 02 MEI 2011 | 06:30 WIB

RMOL. Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) merupakan tindakan yang berbahaya, mengancam integritas bangsa dan negara.

“Kami menganggap paham mereka sangat berbahaya. Mesti ditangkal paham yang disebar­kan­nya. Jadi ayo ditumpas se­cara bersama,” ungkap Ma’ruf Amin, kepada Rakyat Merdeka, belum lama ini.

Menurut anggota Wantim­pres Bidang Hubungan Antar Agama itu, gerakan mereka me­­nyim­pang dalam kerangka ke­bhine­kaan. NII mengingkari bahwa Indo­nesia adalah negara Pan­ca­sila. Artinya, semua umat bera­gama bisa hidup berdam­pingan.


Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana menurut Anda ak­tivitas Pesantren Al Zaytun?
Penelitian yang dilakukan MUI terhadap pesantren Al-Zaytun bahwa dari segi pendidikannya, pesantren tersebut belum ditemu­kan penyimpangan. Namun ka­rena pemimpin pesantren itu ter­kait NII KW9, pemimpin tersebut dapat berpotensi menyebarkan pengaruhnya.

Jadi, MUI memberikan reko­men­dasi kepada pemerintah untuk mengganti pimpinan Al-Zaitun, karena bisa berbahaya. Tapi memang pergantian itu tidak dilakukan oleh pemerintah.

Bagaimana tanggapan Anda terhadap maraknya ancaman bom?
Tindakan itu tidak benar, apa­lagi menggunakan atas nama agama. Kita di Indonesia masing-masing agama saling menghor­mati dan hidup berdampingan secara damai karena sejak dulu kesepakatan kita begitu. Jadi apa­bila ada yang melakukan tin­da­kan itu, namanya tindakan yang menyimpang.

Ini bisa memecah-belah kehi­dupan beragama di Indonesia?
Saya kira tidak ya. Sebab, rak­­yat sudah tahu siapa di balik ini semua. Tapi mungkin saja mem­­­perparah keadaan. Ada rasa tidak aman.
 
Isu ini bisa berkembang pada isu konflik agama?
Saya kira tidak. Sebab, kita sudah punya pengalaman terkait konflik antar umat beragama. Kelompok agama ini tidak mung­kin melakukan tindakan yang dapat menimbulkan konflik antar umat beragama secara menye­luruh.

Peran tokoh agama bagai­mana untuk meredam konflik?
Masing-masing tokoh agama selalu berusaha untuk membina dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Karena itu kita punya kesepakatan-kesepakatan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan konflik. Baik dalam rangka penyiaran maupun dalam pembangunan tempat ibadah, kita ada kese­pa­katan yang harus dihormati untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.

Apa ada kesepakatan lain­nya?
Ada. Misalnya, kami sepakat hubungan antar umat beragama adalah hubungan yang harus men­jaga kedamaian, tidak saling menyerang. Yang penting dikem­bangkan  sikap saling meng­hormati.

Kalau memberantas teroris, apa kesepakatannya?
Kesepakatan itu sudah dibuat, kita bersama-sama untuk mere­damnya. Teroris melakukan pe­ngeboman merupakan tindakan penyimpangan. Kami meng­anggap itu adalah pemahaman yang menyimpang dan distortif dari pemahaman yang selama ini kita bangun.

Tapi terorisme membawa-bawa agama?
Saya kira mereka paham bahwa teroris adalah kelompok-kelompok yang memiliki pema­haman yang radikal, lebih tepat­nya kelompok Islam yang radi­kal.Pemeluk agama lain mema­hami betul tentang isu tersebut.

Ada yang menginginkan agar Pancasila diganti, menu­rut Anda?
Kita sepakat bahwa Pancasila merupakan dasar negara kita. Saya kira Pancasila sudah di­posi­sikan secara benar, dipahami se­cara benar dan disepakati se­cara benar. Kalau ada keku­ra­ngan, itu bukan kesalahan Pan­casila.     [RM]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya