Berita

panda nababan

Jasin Juga Cuekin Somasi Kedua Panda

RABU, 27 APRIL 2011 | 12:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin, lagi-lagi tak menggubris somasi kedua yang dilayangkan terdakwa Mirandagate, Panda Nababan.

Seperti terhadap somasi pertama Panda, kini Jasin kembali cuek atas somasi politisi PDI Perjuangan itu.

Panda meminta Jasin mengklarifikasi dan meminta maaf lantaran telah menyebut inisial namanya sebagai anggota DPR yang punya banyak masalah dengan KPK, jauh sebelum dirinya tersangkut kasus suap travellers cheque untuk pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI.


Jasin malah menyarankan Panda menunggu terlebih dahulu hasil persidangan perkaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Proses hukum yang bersangkutan sedang berjalan di PN Tipikor. Ya tunggu saja hasilnya," tulis Jasin menjawab somasi kedua Panda melalui pesan singkatnya, Rabu (27/4).

Senin kemarin (24/4), untuk kedua kalinya, Panda Nababan mensomasi M Jasin. Langkah tersebut dipilih Panda lantaran Jasin tidak merespon somasi pertama yang dilayangkan pada Senin (18/4) pekan lalu. Melalui pengacaranya, Patra M Zein, Panda mengatakan, tidak segan akan mempidanakan Jasin jika kembali tidak mengindahkan somasi keduanya.

Panda Nababan mensomasi Jasin terkait pemberitaan media massa pada Agustus 2009. Dalam pemberitaan itu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan itu dituding merugikan nama Panda Nababan saat menanggapi kasus testimoni mantan ketua KPK, Antasari Azhar. Jasin menyebut nama anggota Komisi III DPR berinisial PN yang diduga tersangkut masalah di KPK.

Pernyataan Jasin itu sangat menyudutkan Panda Nababan karena satu-satunya anggota Komisi III berinisial PN adalah dirinya.[ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya