newmont nusa tenggara/ist
newmont nusa tenggara/ist
RMOL. Setidaknya ada dua kejanggalan yang terjadi pada rencana divestasi sisa saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar tujuh persen yang akan dilakukan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis di Jakarta, Selasa (26/4).
"Kejanggalan pertama, yakni sumber dana pembelian saham divestasi perusahaan pertambangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dialokasikan dari dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Itu sama halnya dengan melanggar karena tak satu pun klausul amanat pembentukan PIP yang menyebutkan bahwa lembaga itu dibolehkan membiayai divestasi saham perusahaan tambang," papar Harry Azhar, Selasa (26/4) di Jakarta.
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Kamis, 02 April 2026 | 10:39
UPDATE
Minggu, 05 April 2026 | 12:15
Minggu, 05 April 2026 | 11:34
Minggu, 05 April 2026 | 11:20
Minggu, 05 April 2026 | 11:08
Minggu, 05 April 2026 | 10:31
Minggu, 05 April 2026 | 10:20
Minggu, 05 April 2026 | 10:14
Minggu, 05 April 2026 | 09:43
Minggu, 05 April 2026 | 09:33
Minggu, 05 April 2026 | 09:04