Berita

Tjahjo Kumolo

Wawancara

WAWANCARA

Tjahjo Kumolo: Pemberantasan Terorisme Nggak Boleh Kompromistis

SELASA, 26 APRIL 2011 | 05:53 WIB

RMOL. Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror didesak lebih progresif memberantas ancaman dan aksi terorisme. Soalnya, aksi mereka semakin terbuka dan kian meresahkan masyarakat.

“Saat ini aksi terorisme sudah terstruktur dan semakin terbuka. Jadi, Densus harus lebih progresif dan profesional dong,” kata  Sekretaris Jenderal Partai Demo­krasi Indonesia Perjuangan (Sek­jen PDIP), Tjahjo Kumolo,  ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPR itu, peningkatan peran Densus 88 Anti Teror juga harus menjadi prioritas pemerintah da­lam program bidang politik, hu­kum, dan keamanan, khusus­nya rencana dan strategi Polri dalam jangka pendek.


“Pemerintah harus meningkat­kan kepekaan mata dan telinga, serta mengefektifkan kekuatan teri­torial terpadu dengan melibat­kan aparat kecamatan, kelurahan, hingga RT-RW,” papar anggota Komisi I DPR itu.

Berikut kutipan selengkapnya:
Kinerja Densus 88 Anti Teror kurang greget ya?
Menurut saya kinerjanya sudah baik. Namun, harus ada pening­katan koordinasi dan perpaduan gerak operasional, teritorial, in­telijen dan pemahaman masalah sosial politik. Sebab, ancaman teroris sudah memasuki tahapan merusak ideologi bangsa, khu­sus­nya empat pilar kebangsaan, yakni NKRI, UUD 1945, Pan­casila 1 Juni, dan kemajemukan bangsa.

Apa langkah yang harus di­la­kukan untuk meningkatkan kinerja Densus?
Peningkatan peran Densus 88 dapat dilakukan melalui penam­ba­han anggaran. Pe­nambahan angga­ran dapat mewu­judkan Densus yang lebih terpadu dan ter­struk­tur. Sebab, penambahan ter­sebut dapat mendu­kung pe­ngem­ba­ngan sum­ber daya manu­sia dan alat-alat pendukung lain­nya. Jadi, Densus siap meng­ha­dapi teroris­me global yang tak lagi berpola pikir konservatif.

Apakah Fraksi PDIP mem­per­­juangkan peningkatan angga­ran tersebut?
Fraksi PDIP akan mendukung penuh peningkatan anggaran untuk Densus. Dengan peningka­tan tersebut kami berharap, Den­sus dan aparat intelijen terpadu lainnya dapat siaga 24 jam dalam mengamankan NKRI. Jadi, ma­syarakat dapat tenang dan tente­ram dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

Selain itu?
PDIP juga telah membuat surat perintah siaga kepada seluruh pilar. Kami mengintruksikan ke­pada seluruh anggota partai untuk meningkatan kewaspadaan dan mengantisipasi berbagai perkem­bangan ancaman tehadap empat pilar kebangsaan.

Dalam kondisi seperti ini, apa­kah perlu dikeluarkan ins­truksi siaga terhadap tero­ris­me?
Jangan. Kalau siaga I diumum­kan, akan membuat masyarakat ketakutan. Penanganan terorisme adalah kewajiban negara dan pemerintah. Meski demikian, hal itu harus mendapat dukungan aparat yang terstruktur dan ma­syarakat.

Bagaimana dengan pengua­tan peran intelijen?
Bila intelijen kuat, saya yakin banyak masalah-masalah krusial di negeri ini yang bisa disele­sai­kan. Untuk itu, intelijen harus di­dukung dengan undang-undang yang disepakati bersama. Jadi, pemberantasannya nggak boleh kompromistis. Harus ditindak sampai ke akar-akarnya.

Selain itu, pemimpin intelijen tersebut harus benar-benar faham dan berpengalaman. Kalau pe­mim­pinnya kuat dan mumpuni, tentu organisasinya kuat dan mampu melindungi negara, serta konstitusi NKRI.   [RM]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya