Berita

Gayus Tambunan/ist

Usut Suap Bakrie Group yang Diterima Gayus!

SELASA, 19 APRIL 2011 | 11:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Publik menyayangkan pengakuan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra M Hamzah, yang mengatakan bahwa pihaknya kesulitan mengusut kejahatan Gayus Tambunan. Indonesia Corruption Watch (ICW) misalnya, menyayangkan betul pengakuan KPK tersebut karena sebenarnya ada banyak kejahatan Gayus yang bisa ditangani KPK.

"Kasus Gayus tidak hanya satu item. Salah satunya adalah suap yang diterima Gayus dari perusahaan-perusahaan pengemplang pajak. Ini pintu masuk untuk Gayus," ujar peneliti hukum ICW, Donal Farizi kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Selasa (19/4).

KPK, saran Donal, bisa memeriksa diantaranya suap tiga perusahaan Bakrie Group terhadap Gayus. Suap dari PT Arutmin, PT Bumi Resources Tbk, dan PT Kaltim Prima Coal, jelas menjadi domain KPK karena posisi Gayus saat itu sebagai penyelenggara negara atau PNS.


"Kalau tidak, KPK juga bisa masuk dengan mensupervisi penganganan kasus Gayus oleh Kepolisan," katanya.  

Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah, Sabtu (16/4) lalu, mengaku kesulitan dalam menangani kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Chandra mengatakan, pihaknya sulit menentukan bagian mana dari kasus Gayus yang sesungguhnya menjadi lingkup KPK. "Situasinya sulit, untuk suap itu domainnya polisi. Sementara pajak itu bukan domain KPK," kata Chandra di sela-sela acara 'Lokakarya Peningkatan Wawasan Media' di Puri Setia Budi Residence Hotel, Bandung, Jawa Barat. [ade]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya