Berita

Fahmi Idris

Wawancara

Fahmi Idris, Kami Siapkan Pengacara Gugat Pimpinan DPR...

SABTU, 09 APRIL 2011 | 00:51 WIB

RMOL.Bekas Menteri Perindustrian Fahmi Idris ikut menggalang tanda tangan penolakan rencana pembangunan gedung baru DPR yang akan menelan biaya Rp 1,138 triliun.

Pemikirannya sejalan de­ngan sejumlah elemen masya­rakat seperti LBH, Kontras, ICW, dan Jaringan Miskin Kota yang Selasa (5/4) lalu melakukan so­masi terhadap DPR terkait ren­cana pembangunan tersebut.

Mereka  mengumpulkan seribu tanda tangan dari masyarakat dan akan diserahkan kepada pimpi­nan DPR selambat-lambatnya 12 April 2011. Apabila DPR tidak membatalkan niatnya itu, se­jumlah LSM akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Fahmi Idris menilai, yang perlu dilakukan hanya renovasi ge­dung, tidak perlu hingga mem­bangun gedung baru.

“Kantor Ketua DPR saat ini, jauh lebih mewah dan lebih besar bila dibandingkan dengan kantor Presiden RI,” ujarnya.

 â€Yang lebih penting dilakukan saat ini adalah meningkatkan ki­nerja para anggota dewan, bukan beradu-adu mewah dan beradu-adu besar,” tambahnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa alasan Anda ikut aksi penggalangan tanda tangan so­masi terhadap DPR?

Saya menilai ada ketidakwa­jaran keputusan DPR untuk mem­bangun gedung baru dengan alasan untuk memfasilitasi ke­giatan anggota dewan. Fasilitas yang ada selama ini menurut saya sudah cukup.

Bagaimana dengan ke­kura­ngan ruangan?

80 persen kegiatan anggota dewan dilakukan di ruangan-ruangan rapat, baik rapat fraksi, rapat komisi, sidang paripurna, ra­pat panja, rapat pansus. Se­dang­kan ruangan-ruangan yang menampung kegiatan itu sudah tersedia. Sekitar 20 persen kegia­tan anggota dewan ada di rua­ngan­nya, ruangan itu sudah lebih dari pada cukup.

Ada yang mengeluh masalah kenyamanan, itu bagaimana?

Nyaman dan tidak nyaman adalah relatif. Masalahnya bukan pada luasnya ruangan, tapi bagai­mana me-redesign ruangan atau menambah fasilitas ruangan.

Apa yang seharusnya dilaku­kan?

Kekurangannya selama ini ada­lah faktor usia gedung yang sudah tua, untuk itu cukup me­laku­kan renovasi gedung. Se­lain itu menambah keleng­kapan fasi­litas yang ada. Kalau itu dila­ku­kan, biayanya relatif kecil sekali.

Tapi anggota dan pimpinan DPR itu tetap ngotot mau mem­bangun gedung baru?

Perlu dicamkan. Kalau  mem­bangun gedung yang baru me­mang dibutuhkan biaya yang be­sar, menurut saya kurang pantas dalam situasi seperti ini lalu kita membangun gedung yang super mewah. Prinsipnya kalau di­ang­gap cukup, sebaiknya me­man­faatkan yang ada saja.

Dengan kinerja DPR selama ini, apa pantas gedung baru di­bangun?

Tentu tidak, dari segi kinerja belum optimal. Artinya kurang mem­banggakan. Hal itu yang sering dipermasalahkan oleh teman-teman yang bersama saya melakukan somasi, kami sering memperbandingkan itu.

Kinerja dalam bidang legis­lasi bagaimana?

Salah satu fungsi utama DPR adalah lembaga legislasi. Jadi saya setuju dengan anggapan bahwa kinerja DPR, jauh dari ha­rapan. Misalnya pada tahun 2010, dari 77 RUU yang masuk, yang bisa diselesaikan hanya 19 men­jadi produk undang-undang.

Kok sikap Anda berbeda de­ngan Golkar?

Menurut saya biasa saja, Indo­nesia kan negara bebas dan tidak perlu dipersoalkan. Banyak anggo­ta partai lain berbeda pan­dangan dengan partainya, tapi mereka biasa saja. Lagi pula saya bukan anggota dewan, kalau saya anggota dewan, itu bisa diper­soalkan.

Apa langkah selanjutnya se­telah somasi ini?

Kami dan teman-teman yang lain akan menempuh jalur hukum dan kami sudah mempersiapkan pengacara untuk mendukung langkah kami tersebut. [RM]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya