Berita

melinda dee/ist

Adhie M Massardi

Pembohong Kecil Sudah Masuk Bui

Oleh Adhie M. Massardi
RABU, 06 APRIL 2011 | 08:31 WIB

ADA yang menduga ketika para pemuka agama mendeklarasikan perlawanan terhadap kebohongan, awal Januari lalu, hanya ditujukan kepada rezim Susilo Bambang Yudhoyono yang memang banyak bohongnya. Ada juga yang mengira semua itu lebih banyak unsur politiknya ketimbang urusan moralnya.

Kini semua dugaan itu secara otomatis bisa ditepis. Terbukti sudah bahwa gugatan para pemuka agama terhadap kebohonan pemimpin nasional itu lebih banyak urusan moralnya ketimbang politiknya. Sebab bila kita biarkan pemimpin pembohong tetap bercokol di singgasananya, akan dijadikan contoh oleh masyarakatnya. Dikira berbohong itu benar menurut agama, dan legal.

Alhamdulillah, aparat hukum kita masih mendengarkan seruan para pemuka agama. Para pembohong dikejar dan yang tertangkap sudah dijebloskan ke dalam bui, untuk kelak dibawa ke pengadilan guna mempertanggungjawabkan kebohongannya.

Memang, yang dikejar dan dijebloskan ke dalam sel masih para pembohong kecil seperti Selly “penipu cantik” Yustiawati, yang berhasil mengumpulkan puluhan juta rupiah dari kebohongan yang diprakteknya selama beberapa tahun. Atau Rahmat Sulistyo, preman Cibubur (dekat Cikeas) yang sukses membohongi Umar dengan menyamar sebagai perempuan bernama Fransiska Anastasya Octaviany alias Icha. Dan Umar terpesona hingga mau mengawini lelaki ini.

Pembohong yang agak lumayan besar yang berhasil diringkus polisi, tentu saja, Melinda Danuardja alias Melinda Dee alias Inong Melinda. Dulu, konon Melinda biasa-biasa saja. Tapi setelah melakukan operasi plastik, wajahnya menjadi tampak cantik, dan payudaranya yang jadi montok dibicaraan banyak sekali orang.

Begitulah, gara-gara Melinda ketahuan membobol nasabah bank tempat dia bekerja selama 20 tahun, paling tidak Rp 20 milyar, kita jadi lupa bahwa di negeri ini masih banyak sekali pembohong yang telah merugikan rakyat, baik moril maupun materiil. Dan masih aman-aman saja. Beberapa di antaranya, konon, yang rekeningnya dibobol Melinda!

Tapi skandal yang terjadi di Citibank, memang sangat fenomenal. Benar-benar mencerminkan “real Indonesia” di bawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono!

Ada sejumlah orang yang rekeningnya dibobol milyaran rupiah, tapi tetap santai dan menutup diri, tidak mau lapor sebagai orang yang dirugikan. Makanya selama bertahun-tahun, Melinda nyaman hidup bermewah-mewah dengan kendaraan sangat mahal yang dibeli dari hasil kebohongannya.

Sementara ada sejumlah nasabah yang tak sanggup bayar cicilan kartu kredit jutaan rupiah, lalu dikejar-kejar, diintimidasi dan diancam debt collector yang dibayar Citibank. Irzen Octa, Sekjen Partai Pemersatu Bangsa, adalah salah seorang nasabah yang naas itu, yang akhirnya tewas setelah dianiaya debt collector Citibank yang sangar itu, konon di ruang penyiksaan khusus nasabah yang bandel bayar utang.

Padahal, kita percaya, orang-orang kecil kalau berhutang semangatnya tinggi untuk mengembalikan utangnya. Cuma akibat perekonomian rakyat dilepas bebas oleh rezim ini, seolah bukan tanggungjawab pemerintah, sehingga banyak yang mati terjepit, kemampuan bayar utang menjadi nihil.

Akibatnya, seperti pernah diungkap para peneliti ekonomi rakyat, pilihan masyarakat Indonesia untuk survive tinggal “berutang, mengurangi makan, atau bunuh diri”. Padahal berutang risikonya juga bisa tewas seperti dialami Irzen. Atau bunuh diri karena frustrasi diancam debt collector seperti dialami pasangan pedagang bahan bangunan di Bogor. Mengurangi makan juga bisa juga sampai ke ajal.

Sementara para pembohong besar, tetap bercokol di singgasananya. Memainkan kekuasaan sambil terus merampok uang rakyat...! [***]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya