Berita

ilustras/ist

Merger Indosiar-SCTV, KAIP Akan Datangi Bapepam LK

SELASA, 05 APRIL 2011 | 19:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komite Advokasi Untuk Independen Penyiaran (KAIP) akan mendatangi Kantor Bapepam-LK, Rabu (6/4) besok.  KAIP akan menanyakan seputar merger Indosiar dan SCTV.

“Kami mau menanyakan apakah merger Indosiar dan SCTV sudah mendapat izin dari Bapepam atau belum," ujar anggota KAIP Wirawan Adnan dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Selasa (5/4).

KAIP, tegas Wirawan sangat khawatir dengan merger kedua stasiun televisi nasional ini lantaran bisa mengarah kepada monopoli penyiaran. Monopoli bisa terjadi sekalipun pihak Emtek saat ini baru membeli 27,4% saham Indosiar.

"(Tapi) lama-lama kepemilikannya bisa menjadi besar," tambahnya sambil menegaskan rencananya besok mereka akan menemui langsung Ketua Bapepam-LK Nurhaida.

Selain menanyakan rencana merger SCTV dan Indosiar, KAIP juga akan menanyakan kepemilikan Media Nusantara Citra (MNC) yang mengendalikan 99% saham RCTI, 99 % saham Global TV dan 75% saham MNC. KAIP menilai, kepemilikan lembaga penyiaran swasta seperti televisi dikhawatirkan memunculkan pemusatan usaha. Selain itu penyebaran informasi oleh dua stasiun televisi yang dipegang satu orang yang sama ditakutkan akan terjadi secara semena-mena.

“Selama ini, telah terjadi pelangaran UU No 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran namun didiamkan oleh pemerintah,” demikian Wiriawan. [ade]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya