Berita

ilustrasi

Calon Independen Pilkada dan Pilpres Beda

KAMIS, 31 MARET 2011 | 20:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti tidak setuju dengan sejumlah elit yang menarik-narik keikutsertaan calon independen di Pilkada sebagai pembenaran untuk gagasan calon presiden independen.

Sekalipun kita punya pengalaman dengan calon-calon independen di daerah, kata Ikrar, tapi tetap saja dua kasus tersebut sangat berbeda jauh. Ada kondisi sosio-politik yang membedakannya.

"Tidak bisa dihubung-hubungkan seperti itu. Kalau di daerah calon independen masih bisa. Kalau di daerah, emosi personal antara calon dan pemilihnya sangat kuat. Di pusat kan tidak seperti itu," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/3).


Beda lainnya, kata Ikrar, soal populasi pemilih. Pemilih pada Pilkada tidak terlalu banyak, sementara di pusat pemilihnya ratusan juta. Makanya Capresnya itu harus canggih, tidak hanya dirinya punya hubungan baik dengan partai tapi juga antara partainya dengan dirinya.

Apapun alasannya, tegas Ikrar, gagasan calon presiden dari kalangan independen sebagai gerakan deparpolisasi yang sangat berbahaya, bahkan bahayanya sama persis saat Orde Baru (Orba) dan Orde Lama (Orla). [arp]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya