Berita

Hajriyanto Tohari/ist

MPR: Capres Independen Tunggu Sistem Kepartaian Sederhana

KAMIS, 31 MARET 2011 | 16:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Aturan pemilihan presiden sudah seharusnya tidak menghalangi setiap warga negara yang memiliki syarat dan kemampuan untuk menjadi presiden. Sayangnya, Indonesia untuk saat ini belum siap menyediakan ruang bagi capres independen bersaing dengan calon dari partai politik.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Tohari di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/3).

"Dalam konteks Indonesia, calon independen belum memungkinkan," katanya.


Dari sisi praktis, calon independen akan membebani penyelenggara pemilu (KPU). Beban ini  sama halnya dengan mengikutsertakan semua parpol tanpa melalui kualifikasi.

Ia menambahkan, aturan calon independen dalam konsistitusi dimungkinkan ada bila sistem kepartaian  sudah sederhana. Selama sistem kepartaian belum sederhana maka sulit membayangkan ekses yang bakal terjadi.

"Mungkin kalau partainya sudah sederhana, misalnya hanya ada dua atau tiga partai saja, baru itu (calon independen) bisa dilaksanakan," tutup Hajriyanto. [wid]  

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya