Berita

Ternyata Masih Ada Keyakinan SBY-Boediono Bakal Melawan Neolib

RABU, 30 MARET 2011 | 17:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Arah kebijakan SBY-Boediono banyak dikritik karena terlalu condong mengedepankan agenda-agenda kepentingan asing.

Padahal, tadinya SBY-Boediono diprediksi bakal mendukung segala upaya bangsa ini melawan sekaligus melenyapkan ideologi kapitalisme dan neoliberalisme di Indonesia. Salah satu kelompok masyarakat yang memiliki cita-cita itu adalah Forum Renovasi Indonesia. Kini, harapan bahwa pemimpin negeri ini bakal melawan paham yang menyengsarakan rakyat masih ada.

"Kami yakin duet SBY-Boediono mendukung kerja-kerja kami melenyapkan kapitalisme dan neoliberalisme," ujar Ketua Forum Renovasi Indonesia, Bagus Satriyanto, di Hotel Kaisar, Jakarta, Rabu (30/3).


Bagus mengatakan, keyakinannya itu bukan tanpa sebab. Secara kultural, SBY-Boediono sedari awal tumbuh dan berkembang di lingkungan yang anti terhadap ide-ide neoliberal.

"SBY itu anggota keluarga besar Kartika Eka Paksi (TNI AD), lulusan terbaik 1973. Tema disertasi doktor beliau di IPB jelas sangat Pancasilais, Anti Kapitalisme dan Anti Neoliberalisme," jelasnya.

"Boediono juga seperti itu, seorang Guru Besar Ekonomi UGM, yang civitas akademikanya sangat memahami Pancasila seperti (Alm) Prof. Dr. Mubyarto," imbuhnya.[ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya