Berita

RUU INTELIJEN

Lawan dan Stabilitas Nasional Masih Samar

SABTU, 26 MARET 2011 | 10:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. RUU Intelijen masih samar dan mengandung banyak kerancuan. Salah satunya adalah mengenai siapa pihak yang diidentifikasi sebagai lawan.

Menurut mantan Koordinator Kontras, Usman Hamid, definisi lawan ini harus diperjelas agar nanti tidak jadi pasal karet, yang dapat digunakan untuk siapa saja yang dianggap merintangi kekuasaan.

Usman yang berbicara dalam diskusi bertajuk "Mengkritisi RUU Intelijen" di Warung Daun, Cikini, Jakarta (Sabtu, 26/3), melanjutkan, keanehan lain dalam draf RUU itu berkaitan dengan penggunaan istilah stabilitas nasional. Menurut Usman, istilah stabilitas nasional masih bermakna negatif di kalangan publik. Di masa Orde Baru, stabilitas nasional menjadi "agama" baru yang memperbolehkan pemerintah menekan masyarakat sipil untuk melanggengkan kekuasaan.

"Istilah stabilitas nasional kurang tepat, harus diganti dengan keamanan. Stabilitas identik dengan pemerintah Orde Baru yang bermakna hanya untuk kepentingan penguasa dalam hal ini pemerintah saja. Bukan untuk kepentingan nasional," imbuhnya. [ade]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya