Berita

Sri Mulyani/Ist

Digadang Sebagai Dalang Kudeta SBY dan DRI, Bukti Sri Mulyani Punya Kekuatan

RABU, 23 MARET 2011 | 19:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Memposisikan Sri Mulyani di balik skenario penggulingan kekuasaan SBY oleh para purnawirawan jenderal senior, maupun dibalik cerita tentang Dewan Revolusi Islam (DRI), sangat sulit untuk diterima.

Sebab, di tengah suasana masyarakat yang serba tidak pasti seperti sekarang ini, semua pihak akan mengambil langkah untuk mengamankan kepentingannya masing-masing.

"Isu politik seperti itu wajar saja muncul ditengah ketidakpastian seperti sekarang ini. Kan orang saling berebut kepentingan," ujar pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Rabu (23/3).


Bagi Ikrar, menghubungkan kedua cerita itu terhadap mantan menteri keuangan itu sangat jauh dari kenyataan. Ikrar menduga justru nama Sri Mulyani yang kini menjadi Managing Director World Bank itu sengaja dibajak oleh pemain-pemain dalam negeri yang ingin mengamankan kepentingannya.

"Itu pencatutan saja. Ini justru dimainkan oleh pihak-pihak dalam negeri," katanya.

Terlepas dari itu semua, jelas Ikrar, pencatutan nama Sri Mulyani sebagai dalang di balik isu tersebut menunjukan fenomena politik baru yang tengah berkembang di dalam negeri, di mana nama Sri Mulyani sangat diperhitungkan dalam kalkulasi poltik.

"Saya kira itu menunjukkan suasana politik di Indonesia semakin sektarian. Tapi juga sekaligus memperlihatkan Sri Mulyani memiliki kekuatan politik yang cukup diperhitungkan, sehingga orang harus mencatut namanya," tandas Ikrar. [ade]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya