Berita

panda nababan/ist

Tersangka Mirandagate: Kenapa KPK Tak Serius Tangani Centurygate?

SENIN, 21 MARET 2011 | 17:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) dicurigai bermain mata dengan pemerintah. Karena KPK hanya mengusut kasus korupsi yang tidak bersentuhan dengan pihak penguasa.

Buktinya, KPK terlihat gagah saat mengusut kasus suap Mirandagate, sementara ogah-ogahan mengusut kasus korupsi bailout Bank Century yang diduuga melibatkan Wakil Presiden Boediono.

"(Orang yang terlibat) cek pelawat begitu hebat begitu, dahsyat ditangkapi, tapi soal Century kok diam," kata tersangka kasus Mirandagate, Panda Nababan, sesaat setelah menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/3).


Ketidakseriusan KPK dalam mengungkap skandal Century, kata Panda, terlihat dari keengganan KPK memeriksa mantan Kabareskrim Susno Duaji. Susno, tambah Panda, tahu banyak soal kasus skandal dana talangan senilai Rp 6,7 triliun itu.

Ia juga menambahkan, Susno pernah mengaku memiliki bukti-bukti dugaan korupsi dalam kasus dana talangan itu.

"Susno mengatakan pemeriksaan Boediono berhenti karena terpilih sebagai Wapres. Susno pernah katakan perkara Century itu mudah. Susno sekarang ada di luar kenapa tidak di panggil KPK," ucapnya politisi senior PDI Perjuangan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya