Berita

tama s lankun/ist

ICW Akui Terima Dana Dari Asing

KAMIS, 17 MARET 2011 | 16:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Indonesian Corruption Watch (ICW) membantah tidak independen dalam melakukan penelitian dan mempublikasikan temuan-temuan tentang tindak pidana korupsi dengan mengarahkan upaya pemberantasan korupsi hanya pada kasus-kasus tertentu sesuai pesanan donor.

ICW memastikan tetap independen sekalipun mendapat suntikan dana dari negara-negara luar.

"Kita tetap independen. Soal dana itu sudah selesai. Itu sudah di-publish, siapa yang memberi uang (donatur), kerja kita apa, semuanya sudah jelas," ujar peneliti Divisi Investigasi ICW Tama S Langkun, di sela-sela diskusi bertajuk "Membongkar Kejahatan Mafia Hukum di KPK: Kasus Traveller's Cheque Miranda S Goeltom", di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/3).


ICW, aku Tama, tidak sembarangan menerima dana. Untuk urusan itu, menurutnya, ICW sangat memperhitungkan betul soal kualifikasi pendonor, misalnya terhadap dua negara - Belanda dan Belgia, yang saat ini menjadi donatur ICW.

"Soal donor itu ICW sangat ketat, hanya terima dari donor-donor yang tidak bermasalah. Kalau negara tersebut bermasalah ICW akan langsung hentikan," imbuh Tama. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya