Berita

KPK, Kejaksaan, Polri Terima Badan PBB untuk Pemberantasan Korupsi

SENIN, 14 MARET 2011 | 14:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantassan Korupsi (KPK), hari ini Senin (14/3) menerima kunjungan tim dari United Nation Convention Against Corruption. Tim ini rencananya akan me-review pelaksanaan konvensi PBB tentang anti korupsi atau United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) yang telah diratifikasi sejak 2006 lalu

"Hasil akhir peninjauan ulang diharapkan bisa mengidentifikasi dan memberikan masukan untuk perbaikan dalam implementasi UNCAC di Indonesia," ujar Wakil Ketua M Jasin di kantornya, jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/3).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Jampidum Amari mengatakan jika tim peninjau yang terdiri dari dua ahli dari Inggris dan dua dari Uzbekistan itu akan mengevaluasi kinerja semua penegak hukum yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi dan strategi-strategi pemberantasan korupsi.


"Dievaluasi semua penegak hukum yang berhubungan dengan korupsi akan di evaluasi," kata Amari.

Kabareskrim Mabes Polri, Ito Sumardi menyambut baik kedatangan tim dari UNCAC ini. Ito berharap dari review itu akan muncul solusi-solusi baru bagi upaya mengatasi dan menindak tindak korupsi.

"Selama ini ada kesan KPK, Kejaksaan dan Kepolisian kurang koordinasi dan sulitnya menindak pelaku korupsi. Mudah-mudahan ada solusi nantinya," imbuhnya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya