syamsul arifin/ist
syamsul arifin/ist
RMOL. Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin tidak akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia beralasan eksepsi akan memperlambat proses persidangan dan dinilai tidak memenuhi keadilan bagi dirinya.
"Pendapat saya azaz peradilan kita ini berjalan cepat, murah dan adil. Kalau eksepsi tambah pula waktu persidangan satu bulan, (berarti) bertambah pula masa tahanan saya," ungkap Syamsul di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (14/3).
Syamsul mengungkap, sudah menjadi rahasia umum jika pengajuan eksepsi tidak berguna dalam persidangan. Eksespsi, katanya lagi, hampir tak berguna untuk menjadi pertimbangan keputusan hakim dalam setiap perkara yang dituntut oleh KPK.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
UPDATE
Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21
Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01
Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58