Berita

ilustrasi

KASUS CENTURY

ICW Sarankan KPK Pakai UU Money Laundering yang Baru

JUMAT, 11 MARET 2011 | 10:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku memiliki sejumlah kendala dalam menuntaskan kasus Centurygate. Kendala inilah yang membuat KPK tidak bisa berbuat banyak dalam mengungkap skandal kasus penggelontoran dana sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century itu.

"Hambatan mendasarnya susah menentukan apakah ada kepentingan tersembunyi dan apa alasan niat jahat yang tersembunyi dibalik pengambilan kebijakan bailout Century," ujar aktivis ICW Febry Diansyah menirukan jawaban Ketua KPK Busyro Muqaddas, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/3).

Mendengar hal itu, katanya, ICW pun langsung menyarankan agar KPK tidak hanya fokus pada aliran dana setelah fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) oleh Bank Indonesia ke Bank Century dilakukan, tapi juga fokus pada pencairan dana dari bank Century sebelum itu.


Saran lain yang disampaikan ICW, kata Febry, KPK bisa menggunakan UU No 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Memang selama ini KPK tidak berwenang dan bisa mengeluhkan hal itu. Tapi saat ini KPK bisa, UU yang baru disahkan DPR, Oktober 2010 lalu itu, itu cara atau jalan bagi KPK," imbuhnya.[ono]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya